Tampilkan postingan dengan label Pengobatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengobatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2011

Vitamin untuk Memperkuat Memori

Sebagian besar di antara kita pernah mengalami keadaan sulit mengingat atau menghafal. Namun tak jarang situasi ini dianggap sebagai hal yang lazim atau normal. Padahal, apabila terus dibiarkan kondisi dapat berakibat buruk.

Otak kita, dengan semua kompleksitas dan kepekaan, membutuhkan makanan untuk memelihara fungsi normal. Dengan berjalannya waktu, racun akan terakumulasi dalam tubuh kita. Racun tersebut bisa berasal dari polusi, rokok dan konsumsi alkohol yang dapat menghambat proses sirkulasi darah.

Hal ini menyebabkan ketersediaan vitamin dan nutrisi penting untuk otak perlahan semakin menipis. Kondisi ini memengaruhi kemampuan fungsi normal otak. Ketika otak gagal berfungsi dengan benar, Anda mungkin akan menghadapi beberapa masalah kesehatan serius termasuk kehilangan memori.

Beberapa jenis vitamin memang penting untuk merangsang otak agar lebih efektif dan pada gilirannya dapat mempengaruhi kesadaran memori, konsentrasi dan mental hingga batas tertentu. Berikut ini adalah vitamin dan sumber makanan yang dapat meningkatkan memori atau ingatan anda :

1. Vitamin B

Penelitian menunjukkan, vitamin B meningkatkan memori dengan menciptakan perisai pelindung bagi neuron di otak. Vitamin B penting untuk memori termasuk B6, B12, dan asam folat (B9).

*Vitamin B6 : Penelitian telah membuktikan efektivitas dari vitamin ini sebagai retensi memori serta kontribusi terhadap promosi kesehatan otak. Sumber makanan dari vitamin B6 termasuk kacang polong, daging, sereal, ikan, unggas, pisang, kedelai, alpukat, selai kacang, kentang, bayam, keju, gandum, kacang-kacangan, sereal, susu dan telur. Namun perlu diketahui, vitamin B6 sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet dan panas, sehingga sejumlah besar nutrisi ini bisa hilang selama proses memasak.

* Asam folat (vitamin B9) : asam folat dapat mengurangi level homosistein dalam darah. Tingginya Homocystein dapat merusak dan membahayakan sel-sel otak, sehingga menyebabkan hilangnya memori. Sumber pangan yang paling penting dari asam folat adalah sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan. Selain itu, asam folat juga dapat mendorong produksi sel darah merah serta meningkatkan mental.

* Vitamin B12 : Ini membantu untuk menghasilkan sel darah merah yang membawa oksigen ke otak. Hal ini juga membantu dalam perbaikan serabut saraf di otak. Sumber vitamin ini adalah daging dan produk hewani lainnya seperti telur dan keju. Selain itu juga, beberapa sereal yang diperkaya dengan vitamin B12.

2. Vitamin D

Orang tua lebih berisiko menderita kekurangan vitamin D dan ini dapat berpengaruh terhadap fungsi kognitif dan kesehatan mental. Hypovitaminosis D, yang disebabkan kekurangan vitamin D, banyak ditemukan pada mereka yang berusia cukup lanjut.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam "American Journal of Geriatric Psychiatry" melibatkan 80 relawan dan 40 di antaranya mengalami Alzheimer. Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari hubungan antara vitamin D, dengan suasana hati, kinerja fisik dan fungsi kognitif. Hasil studi menunjukkan, akibat defisiensi vitamin D, terbukti ada hubungannya dengan gangguan pada kinerja kognitif.

3. Kolin dan Tiamin

Kolin merupakan nutrisi penting yang termasuk dalam kategori vitamin. Tubuh manusia mensintesis beberapa kolin. Sangat penting untuk pembentukan neurotransmitter yang disebut asetilkolin. Reaksi kolin dalam otak ternyata dapat mencegah hilangnya memori dan meningkatkan fungsi otak. Nutrisi ini hadir dalam berbagai makanan, terutama dalam kacang, susu dan telur. Sedangkan tiamin merupakan suatu jenis vitamin B, yang juga penting dalam memproduksi asetilkolin. Sumber makanan vitamin ini adalah biji-bijian, biji labu, daging babi, kacang, roti diperkaya dan sereal dan kacang kering.

4. Antioksidan

Beberapa vitamin menunjukkan sifat anti-oksidasi yang sangat baik dan mereka memiliki kemampuan untuk melindungi jaringan otak dari radikal bebas berbahaya. Seperti misalnya vitamin C, E dan beta karoten (vitamin A) yang kandungannya mempunyai kemampuan untuk itu.

Antioksidan dan memori saling berhubungan karena radikal bebas dapat mengganggu fungsi neuron otak. Seperti halnya vitamin B, antioksidan ini juga memberikan perlindungan kepada struktur otak dari ancaman kerusakan, disebabkan oleh radikal bebas, yang dapat menyebabkan kehilangan memori dari waktu ke waktu. Mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan seperti berry dan buah jeruk, dan sayuran seperti paprika, brokoli dan bayam sangat bermanfaat. Sereal, kacang-kacangan, minyak sayur dan biji adalah contoh makanan yang kaya akan Vitamin E.

Konsumi rutin dari semua jenis vitamin ini dapat membantu melawan masalah hilangnya memori jangka pendek yang mungkin terjadi di masa depan. Vitamin-vitamin tersebut akan bekerja baik pada memori kita, apabila ditunjang dengan gaya hidup sehat. Olahraga teratur, diet yang tepat, kebiasaan tidur yang baik, manajemen stres yang tepat, berhenti merokok dan tidak minum alkohol sudah pasti akan membantu anda dalam meningkatkan memori.

Selasa, 18 November 2008

Suplemen Vitamin C dan E tak Kurangi Risiko Kanker

MENGONSUMSI pil atau suplemen vitamin C dan E ternyata tidak mempengaruhi risiko seseorang mengidap kanker, demikian hasil riset terbaru melibatkan sekitar 15.000 pria di Amerika Serikat.

"Setelah hampir 10 tahun partisipan melakukan suplmentasi vitamin C atau E, kami tak menemukan bukti yang mendukung penggunaan kedua suplemen tersebut dalam pencegahan kanker," ungkap Howard D. Sesso, Sc.D., M.P.H., asisten profesor jurusan kesehatan di Brigham and Women’s Hospital.

"Meskipun penggunaan suplemen vitamin C dan E tidak memberikan manfaat perlindungan, kedua pelengkap itu juga tak menimbulkan bahaya," tambahnya.

Penelitian tersebut, yang didanai National Institutes of Health dan sejumlah produsen vitamin, melacak risiko kanker pada 14.641 dokter pria AS yang menggunakan vitamin E 400 IU setiap hari atau plasebo, atau 500 miligram vitamin V setiap hari atau plasebo. Usia rata-rata partisipan adalah 64 tahun pada awal riset dan perkembangan mereka diikuti selama delapan tahun.

Sebanyak 1.929 kasus kanker ditemukan di antara para partisipan, termasuk 1.013 kanker prostat. Secara keseluruhan, 490 pria yang mengonsumsi vitamin E terserang kanker prostat. Sementara pada kelompok plasebo, kasus kanker dialami 523 pria.

Hasil serupa terlihat pada pengguna vitamin C. Secara keseluruhan, risiko kanker tak memperlihatkan perbedaan mencolok antara kedua kelompok itu.

"Percobaan klinis seperti ini dengan cepat menutup pintu bagi harapan bahwa suplementasi vitamin yang umum ditemukan mungkin melindungi manusia dari kanker," kata Marji McCullough, kepala bagian gizi di American Cancer Society.

"Untuk memperoleh dua vitamin itu dan zat gizi lainnya, American Cancer Society menganjurkan agar masyarakat mengkonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan -- sayur, buah dan jenis padi-padian. Bonusnya ialah jenis makanan itu membantu mencegah kegemukan, yang meningkatkan resiko beberapa jenis kanker," tegas McCullough.

Jumat, 10 Oktober 2008

Kipas Angin Cegah Kematian Bayi

Penggunaan kipas angin ketika bayi sedang tidur dapat secara mencolok mengurangi sindrom kematian bayi secara tiba-tiba (SIDS). Demikian hasil penelitian terbaru di AS yang diumumkan Senin (6/10) dan dilansir kantor berita China, Xinhua.

Studi tersebut, yang dilakukan oleh para peneliti di lembaga medis AS, Kaiser Permanente, adalah yang pertama yang memusatkan perhatian hubungan antara saluran udara ruangan dan SIDS.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa ketika bayi terlelap di satu ruangan yang pertukaran udaranya dilakukan oleh kipas angin, terdapat 72 persen risiko yang lebih rendah akan SIDS dibandingkan dengan yang dihadapi bayi yang tidur di satu ruangan tanpa kipas angin. Tidur di ruangan dengan jendela terbuka juga berhubungan dengan rendahnya risiko sindrom tersebut.

Laporan itu disiarkan dalam edisi paling akhir Archives of Pediatric & Adolescent Medicine. "SIDS sangat merusak dan misterius," kata pemimpin peneliti itu, Dr De-Kun Li, ahli reproduksi dan epidemiologi prakelahiran di divisi penelitian Kaiser Permanente di Oaklanda, Northern California.

"Kami tak melihat kecondongan dalam temuan kami bagi penggunaan kipas angin. Tetapi ada masalah keselamatan umum. Jika Anda mempunyai bayi, pastikan bahwa mereka tak memasukkan jari mereka ke dalam kipas angin."

Sindrom kematian bayi secara tiba-tiba ditandai dengan kematian bayi secara mendadak yang sering kali tak dapat dijelaskan. Meskipun itu dapat terjadi pada anak-anak hingga ulang tahun pertama mereka, lebih khusus itu terjadi pada bayi dalam usia enam bulan pertama mereka.

Menurut American SIDS Institute, sebanyak 2.500 SIDS terjadi setiap tahun di Amerika Serikat. Dengan meningkatnya saluran udara di satu ruangan, kipas angin dapat membuyarkan karbon dioksida yang bertumpuk di ruang udara tertutup di sekitar hidung dan mulut bayi di lingkungan tempat mereka tidur, kondisi ini meningkatkan risiko pengambilan napas kembali, kata banyak ahli.

Studi tersebut dipusatkan pada 497 bayi di 11 wilayah di seluruh California, 185 di antara bayi itu meninggal akibat SIDS.

Minggu, 21 September 2008

Sel Punca Kelinci Lebih Menjanjikan

sel punca atau sel induk merupakan salah satu teknologi kedokteran yang saat ini marak dikembangkan. Pengembangan sel punca telah memberi harapan bagi penyembuhan berbagai penyakit yang belum bisa terobati sampai saat ini.

Walaupun masih berbenturan dengan problem etika dan beragam teknologi pengembangannya, terapi sel punca telah banyak dilakukan termasuk di Indonesia. Sejauh ini, ada beberapa sumber sel punca yang dikembangkan untuk terapi, baik yang berasal dari manusia seperti sel punca embrionik, sel punca dewasa dan sel punca tali pusat, dan sel punca yang berasal dari hewan (sel punca xeno).

Menurut Sekjen Perhimpunan Kedokteran Anti-Penuaan Indonesia (PERKAPI), Dr Suharto, SpKO, DPH, para ahli kini telah berhasil mengembangkan transplantasi sel punca xeno dari janin kelinci. Sel punca yang berasal dari kelinci ini dikembangkan oleh ahli transplantasi sel Prof Dr Michael Molnar dan diproduksi Bio Cellular Research Organization (BCRO) di Swiss sejak 1998.

Prof Molnar telah menemukan metode membuat 200 macam sel untuk keperluan klinis yang dapat ditanamkan dengan tingkat keamanan yang tinggi. Sel punca ini, kata Suharto, relatif lebih aman dan sama efektifnya dibandingkan transplantasi stem sel dari janin manusia. Sel punca ini juga tidak menimbulkan efek penolakan dari tubuh sehingga pada pelaksanaan terapi pasien tidak membutuhkan penekan zat imun atau imunospresan.

Sel induk yang diproduksi BCRO ini, kata Suharto, juga dihasilkan dari kelinci pilihan yang telah dikembangkan selama 30 generasi, jadi dipastikan tidak dapat menularkan penyakit kepada manusia.

Penggunaan sel punca dari kelinci ini diyakini Suharto memiliki prospek menjanjikan di masa depan mengingat superioritas sel punca hewan (xeno) terhadap manusia dibandingkan sel manusia seperti sel punca embrionik. Sel punca dari kelinci juga lebih mudah diterima oleh kalangan pemuka agama, karena sebelumnya penah muncul perdebatan di Indonesia tentang penggunaan sel punca dari hewan babi.

Sementara itu pakar anti-penuaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Waluyo Soerjodibroto, menilai penggunaan sel punca kelinci yang dikembangkan Prof Molnar relatif lebih aman karena sel yang digunakan bukanlah sel punca embrionik atau pun sel punca dari darah di tali pusar.

Menurut Waluyo, sel punca embrionik yang diperoleh dari sel-sel pada tahap blastosit (5-7 hari pascapembuahan) berpotensi menjadi untuk berubah menjadi segala macam jaringan termasuk kanker. Sedangkan sel punca dari kelinci ini diperoleh pada tahap lebih lanjut di mana janin sudah mulai membentukan organ.

Minggu, 07 September 2008

Terapi Oksigen Sebabkan Sesak Napas Pada Bayi

MESKI bermanfaat bagi tubuh ternyata oksigen bisa juga membahayakan bagi tubuh. Selain berpotensi menimbulkan terlepasnya elektron bebas yang reaktif atau yang dikenal dengan radikal bebas, berlebihnya oksigen dalam tubuh atau yang kerap dikenal hyperoxia (biasanya disebabkan oleh terapi oksigen) dapat menyebabkan sesak nafas pada bayi.

Demikian diungkapkan dalam Jurnal European Respiratory. Sebelumnya pernah diteliti dan ditemukan ditemukan bahwa kerapnya kejadian hiperoxia akan memengaruhi kemampuan otot dalam menyerap oksigen, terutama bagi bayi yang baru lahir hingga menyebabkan terjadinya henti napas (yang dikenal sebagai apnea).

Dr. F. Lofaso dari Rumah Sakit Raymond Poincare, Garches, Perancis dan timnya meneliti efek berulangnya hiperoxia ini dengan mengamati proses pernafasan pada bayi tikus yang kondisinya sama dengan bayi manusia yang baru lahir.

Dalam uji coba itu diketahui, berulangnya kejadian hiperoxia menyebabkan melambatnya sistem pernafasan. Lebih jauh lagi, hiperoxia dikaitkan dengan dengan meningkatnya lama serangan apnea.

Kabar baiknya, efek dari serangan apnea ini dapat hilang setelah beberapa menit menghirup udara bebas. Penemuan ini merekemondasikan bahwa ternyata butuh pengawasan yang lebih ketat bila kita ingin menggunakan terapi oksigen, terutama bila pemberian oksigen ini dilakukan secara berulang, pada masa-masa awal kelahiran bayi terutama pada bayi prematur.

“Bayi yang mendapatkan terapi oksigen harus dimonitor kadar oksigen dalam darahnya untuk mencegah meningkatnya kadar oksigen terlalu tingi ataupun terlalu rendah,” kata Lofaso.

Selasa, 26 Agustus 2008

Aspirin, Selamatkan Lansia Dari Serangan Jantung

PARA pria dan wanita berusia tertentu seharusnya mengonsumsi aspirin setiap hari untuk mencegah timbulnya serangan jantung. Demikian Jurnal Kesehatan yang terbit di Inggris mengungkap.

Para ilmuwan dari Universitas Nottingham dan Sheffield yang menganalisis hampir dari 12000 pasien pria dan wanita usia antara 48 hingga 57 tahun mendapatkan manfaat dari konsumsi aspirin.

Serangan jangtung terjadi saat pembuluh darah tersumbat oleh plak. Aspirin inilah yang membuat plak menjadi encer dan membuka jalur pembuluh darah. The British Heart Foundation mengatakan bahwa penelitian lanjut perlu dilakukan sebelum 'paket resep' diberikan.

Sebelumnya hingga saat ini, aspirin telah diresepkan untuk membantu mengobati mereka yag pernah terserang stroke dan jantung. Juga diresepkan jika faktor-faktor seperti tekanan darah tinggi membuat seorang pasien berisiko tinggi terkena serangan jantung.

Namun sayang, tak banyak orang menjalani perawatan dengan pengobatan seperti ini, kata para peneliti. Banyak orang menyelepekan bahwa merawat orang berusia 50-tahun adalah persoalan mudah. Jadi, tak perlu repot-repot memberi mereka obat.

Sebuah analisa atas 12000 pasien usia antara 30 hinga 75 tahun menunjukkkan bahwa saat usia 47 tahun seorang pria dan saat usia 58 tahun seorang wanita dalam sepuluh tahun risiko terserang jantung mencapai 10 persen. Karena itu mereka layak dirawat dengan pengobatan ini.

Meski beberapa orang mengalami efek samping seperti misalnya gangguan pada lambung keuntungan obat ini lebih besar dibanding efek sampingnya. Karena itu, obat ini tidak cocok untuk mereka yang menderita diabetes atau berisiko tinggi mudah mengalami perdarahan.

Meski pengobatan aspirin terhadap diabetesi (penderita diabetes) tampaknya juga bermanfaat untuk mencegah serangan jantung, penelitian lanjut perlu dilakukan. Dan untuk mereka yang berusia lebih dari 75 tahun, keputusan konsumsi obat ini haruslah individual. Ini karena di usia seperti ini, kejadian perdarahan kerap terjadi.

Dr. Iskandar Idris, pemimpin peneliti yang juga dosen senior di Universitas Sheffield mengatakan bahwa konsumsi aspirin secara rutin pada kelompok usia ini (75 ke atas) menjadi pilihan yang dimungkinkan.

Namun dia menambahkan " Keputusan final penggunaan aspirin harus berdasar diskusi dengan dokter ahli."

Dr. Mike Knapton, Direktur Pencegahan dan Perawatan di British Heart Founation mengatakan "Saat ini aspirin direkomendasikan untuk diberikan kepada mereka yang nyata-nyata menderita penyakit kardiovaskular dengan pengawasan medis setelah penilaian risiko dilakukan."

Rangsangan Listrik Perbaiki Memori Penderita Alzheimer

PERANGSANGAN otak dengan listrik dapat memperbaiki memori dan kemampuan otak dalam mengenali sesuatu pada lansia (orang lanjut usia) yang menderita penyakit Alzheimer.

"Data awal kami atas pasien Alzheimer cukup menjanjikan karena efeknya yang langsung kelihatan setelah sebuah sesi tunggal rangsangan pada transkranial dilakukan secara langsung," ujar Dr. Alberto Priori dari Universitas Milan. "Bisa jadi bila dilakukan setiap hari dapat memberi kemajuan yang luar biasa."

Penelitian ini , menurut Priori menggunakan protokol stimulasi yang beragam dan berbeda satu sama lain dan untuk memperjelas kembali dilakukan uji kilinis ulang atas terapi ini sehingga dapat teryakinkan bahwa terapi ini berfungsi dengan baik.

Priori dan koleganya menyelidiki apakah rangsangan listrik atas area otak yang disebut temporoparietal cortex dapat memperbaiki kemampuan otak dalam mengenali sesuatu di 10 pasien penderita Alzheimer.

Dan memang, perawatan ini dapat meningkatkan kemampuan otak mengenali huruf secara tepat. Sementara perawatan pura-pura dengan terapi rangsangan ini memang tidak mengubah apa-apa.

"Yang menarik," kata para peneliti, rangsangan otak dengan listrik ini dapat memperbaiki fungsi otak dalam mengenali huruf pada pasien Alzheimer. Ini sama dengan pengobatan dengan inhibitor cholinesterase (obat yang biasa dipakai untuk penderita demensia/ pikun) dalam jangka waktu lama, yang hanya meningkatkan kemampuan sekitar 16 persen.

"Kami sedang menilai penggunaan terapi listrik ini dalam jangka lama dan berulang-ulang pada pasien Alzheimer," ujar Priori. Para peneliti yakin bahwa hasil terabik, khususnya pada pseien Alzheimer dapat diperoleh dengan mengkombinasi rangsangan langsung pada transkranial dengan rehabilitasi kognisi.

Sabtu, 26 Juli 2008

Terapi Air Panas Selamatkan Mak Cit dari Tumor Payudara

BULIR air mata Siti Mariam tak mampu dibendung. Sesekali, ia mengusap matanya yang basah. Di selingi isak tangis, perempuan 42 tahun ini menceritakan kisah pilu hidupnya selama ini. Selama 17 tahun, Mak Cit, panggilan akrab Siti Mariam, ini bergulat dengan tumor payudara. Hampir putus asa, Mak Cit menahan derita tumor yang menggerogoti bagian tubuhnya itu.

Tapi untunglah, ikhtiar dan kesabaran Mak Cita mengobati tumor tersebut selama ini akhirnya membuahkan hasil. Kini, tumor itu telah hilang dari tubuhnya. "Alhamdulillah, semua ini atas kehendak Allah SWT. Doa dan ikhtiar saya selama ini akhirnya dikabulakan Allah," ujarnya, saat menceritakan kisah itu kepada reporter Bangka Pos, Kamis (29/5).

Selama 17 tahun, Mak Cit divonis menderita komplikasi tumor payudara, infeksi kelenjar dan lambung.
Keinginan kuat untuk bertahan hidup demi buah hatinya membuat Mak Cit melakukan berbagai upaya penyembuhan ke berbagai dokter dan rumah sakit.

"Saya pernah ke Palembang dengan bantuan bu Eko yang waktu itu masih menjadi ibu bupati. Tapi saya takut karena payudara harus diangkat, saya benarbenar takut. Akhirnya balik lagi ke Bangka," tuturnya. Berbagai usaha dilakukan namun penyakit tak kunjung sembuh membuat Mak Cit sempat putus asa bahkan sampai berniat mengakhiri hidupnya.

"Pernah juga minum baygon, habis penyakitnya tidak sembuh sembuh, tapi sukurnya masih bisa diselamatkan anakku," ujarnya. Kendati sakit Mak Cit masih melakukan aktivitas sehari-hari seperti mengurus mes, memasak untuk berbagai kegiatan yang di gelar pemda dan sesekali jualan nasi goreng di THR.

"Bertahun tahun lamanya saya keliling mencari obat, ape dikata orang saya makan bahkan hingga minum minyak tanah sekalipun pernah saya lakukan. Saya ingin sembuh benar, waktu itu anak-anak masih membutuhkan saya, apalagi suami juga terkena kanker paruparu. Semakin saya sakit semakin kuat keinginan untuk sembuh karena memikirkan anakanak," papar ibu lima orang anak ini dengan mata memerah.

Setelah melewati masa krisis kepercayaan diri karena tak kunjung sembuh dari penyakitnya, suatu malam di tahun 2004 Mak Cit seperti mendengar suara ghaib yang menyuruhnya untuk melakukan terapi dengan berendam di Pemandian air panas Pemali. "Saya seperti mendengar suara yang menyuruhku mandi di Pemali tapi jam lima pagi, peristiwa ini kuceritakan pada suamiku dan paginya kami langsung ke sana mandi,"ungkapnya.

Satu, dua bulan belum memperlihatkan hasil, Mak Cit tak putus asa. Usahanya ternyata berhasil, setelah satu tahun melakukan ritual mandi air panas di pemali satu minggu dua kali, tanda-tanda kesembuhan mulai dirasakan. "Setelah satu tahun penyakit mulai pada keluar, mulamula dari mulut keluar cairan seperti nanah, dan pasir-pasir lembut. Begitu juga dari payudaranya yang mengeluarkan cairan nanah," papar Mak Cit.

Bersamaan dengan itu keluhan sakit yang selama ini di deritanya sedikit demi sedikit mulai menghilang. Untuk memastikan kondisinya, Mak Cit melakukan cek up ulang dan hasilnya penyakit yang selama ini dideritanya dinyatakan telah hilang oleh dokter.

"Kini lihatlah badan Mak Cit sudah segar, kalau dulu bengkak di sini," ujar Mak Cit sambil memegang dadanya menunjukkan bagian sakit yang pernah dideritanya. Tak lupa wanita ini mengungkapkan ribuan terimakasihnya pada seluruh dokter yang pernah merawatnya, juga pada keluarga besar El John yang telah memberi kemudahan baginya untuk melakukan terapi.

Kini setelah apa yang dideritanya lewat, keinginan Mak Cit bisa melaksanakan ibadah umroh untuk mengungkapkan rasa sukur dan terimakasihnya pada yang kuasa. "Selama kita yakin, sakit itu pasti ada obatnya dan jangan pernah berputus asa bagaimanapun kondisi penyakit yang kita derita," papar Mak Cit penuh syukur.

Jumat, 25 Juli 2008

Pulsa Telepon Gratis Sembuhkan Tuberkulosa

Para peneliti percaya mereka telah menemukan obat baru untuk tuberkulosis, yaitu pulsa telepon gratis.

Selama bertahun-tahun, para dokter telah berjuang membuat para penderita tuberkulosis mau meminum obat secara kontinyu selama enam bulan berturut-turut. Saat ini sebuah penelitian oleh siswa MIT (Massachusetts Institute of Technology) telah mengembangkan penggunaan ponsel.

Caranya, pasien yang mengikuti panduan dokter akan mendapatkan pulsa gratis. Pasien menguji air seni mereka menggunakan strip yang dirancang untuk menampilkan kode numerik jika mendeteksi obat tuberkulosis. Pasien tersebut kemudian dapat meng-SMS kode yang muncul untuk mendapatkan insentif, seperti pulsa gratis selama beberapa menit.

Dengan cara ini, pasien didorong untuk rajin secara kontinyu meminum obat mereka dan menguji air seni untuk membuktikan bahwa mereka meminum obat-obat tersebut. Sementara, dokter dapat dengan mudah mendapatkan laporan bahwa pasien mereka telah meminum obat-obatnya, karena dengan mengirim SMS si pasien juga sekaligus telah melaporkan bahwa mereka telah meminum obat.

Kamis, 24 Juli 2008

Berteriaklah dan Stres pun Lenyap!

STRES hampir tak lagi bisa dipisahkan dengan gaya kehidupan moderen yang penuh dengan tuntutan dan situasi ketegangan yang mengikutinya. Setiap lini kehidupan manusia modern selalu dilumuri berbagai tekanan yang membuat diri menjadi penat dan tidak nyaman.

John. W. Santrock, seorang pakar psikologi perkembangan mendefiniskan stres sebagai respon individu terhadap lingkungan dan kejadian, atau lebih dikenal dengan stresor, yang kita anggap mengancam, menegangkan dan membutuhkan kemampuan kita untuk mengatasinya. Mulai dari persoalan kenaikan BBM, melambungnya harga kebutuhan sehari-hari, target kerja yang tidak terpenuhi sampai dengan peliknya relasi dengan keluarga atau teman kerja adalah contohnya. Secara substansial stres merupakan kondisi eksternal yang menegangkan, tidak diharapkan oleh seseorang, dan cenderung membuat diri tidak nyaman.

Tidak ada ambang yang objektif untuk menentukan situasi sebagai stresor, namun secara subjektif stres yang dialami seseorang dapat memicu serangkaian dampak negatif. Crowley Jack, Phd, psikolog dari Western Washington University, menjelaskan bahwa secara psikologis, stres dapat memicu terjadinya kecemasan, hilangnya gairah hidup, depresi, bahkan agresivitas yang meningkat. Sedangkan secara fisik stres dapat mengakibatkan instabilitas tensi, gangguan pencernaan, penurunan imunitas, serta percepatan penuaan, bahkan kanker.

Berbagai teknik telah dikembangkan untuk mengelola stres supaya efek buruknya tidak merebak menjadi hal yang negatif. Mulai dari teknik-teknik spiritual-kultural ; meditasi, terapi aroma, olah pernafasan sampai dengan teknik psikologi moderen ;konseling, refreshing tecnique, manipulasi kognitif ataupun metode transformasi paradigma.

Kemunculan pendekatan tersebut dapat kita lihat dalam berbagai tawaran healing program, pelatihan pengembangan kepribadian ataupun berbagai program konseling yang ditawarkan banyak biro psikologi. Pun tidak bisa dinafikkan bahwa kebanyakan teknik reduksi stres yang sekarang ini berkembang tidak mampu diakses oleh semua kalangan, karena berbagai keterbatasan, juga barangkali kerena eksklusivitas lembaga penyedia jasa.

Nah, sebenarnya ada metode reduksi stres lain yang natural dan pasti aksestebel bagi semua, yaitu berteriak (shout a loud). Secara alami, setiap pribadi pasti pernah melakukannnya dengan berbagai cara saat mengalami ketegangan. Dr.Vincent Tuason, direktur bagian psikiatri St. Paul Ramseu Medical Centre Minesota, menjelaskan bahwa berteriak merupakan sebuah mekanisme pengurangan ketegangan dan ketidaknyamanan yang bersifat alami.
Saat kita tertekan dan dalam kondisi tidak tertahankan, biasanya kita menjadi lebih stabil sehabis berteriak. Teriakan adalah sebuah pelepasan ketegangan (chatarsis). Sementara Prof. Jeffrey Lohr, dari J William Fulbright College of Arts and Sciences, menjelaskan bahwa berteriak memberikan sensasi pengendoran otot yang tegang karena kondisi stres.

Beberapa bukti kultural tentang kebiasaan berteriak sebagai sebuah mekanisme penenangan diri telah dilakukan oleh berbagai bangsa sebelum abad ini. Adalah penduduk yang tinggal di kepulauan Solomon Pasifik Selatan yang menjadikan kebiasaan berteriak sebagai tradisi kultural saat mereka frustrasi dan menemui kesulitan.

Saat mereka mengalami ketegangan, memanjat pohon dan berteriak sekeras-kerasnya dipercaya dapat memberikan pencerahan batin yang menuntun pada kreativitas. Bangsa Persia pertengahan biasa melantunkan doa-doa dengan suara yang keras untuk mencapai ketenangan diri dan ekstase transenden.

Tentu saja, di lingkungan zaman moderen seperti sekarang, kita tidak bisa berteriak sesuka hati karena di sekitar kita telah padat dengan kehadiran orang lain. Berteriak secara primitif justru akan menimbulkan ketegangan baru dengan orang lain yang merasa terganggu, dan stres pun justru akan meningkat.

Berteriak saat stress perlu dilakukan dengan tepat dan pada tempat yang benar. Anand Krishna, seorang praktisi penyembuhan holistik dalam Buku Atma Bodha menjelaskan bahwa kita bisa berteriak melepas ketegangan dengan duduk beralas di tempat tempat nyaman seperti pantai, gunung, dan tempat nyaman lainnya. Di tempat-tempat itu kita bisa berteriak bebas. Barangkali ini adalah sebuah saran untuk berteriak yang sesuai dengan kondisi kita saat ini.

Ketegangan, tekanan, tuntutan di lingkungan kita yang mengganggu kenyamanan diri barangkali adalah sebuah keniscayaan modernitas, namun berbahagialah mereka yang masih bisa berteriak dengan tulus hati.

Rabu, 23 Juli 2008

Stop Rokok dengan Terapi SEFT

DALAM 5 x 25 menit, kecanduan merokok bisa hilang dengan melakukan terapi SEFT (Spiritual, Emotional, Freedom, Technique). Terapi yang dilakukan dengan mengetuk ringan dengan 2 ujung jari atau yang disebut tapping di bagian tubuh tertentu, sehingga bisa kita lakukan sendiri.

Awalnya, pecandu diminta untuk mencium bau rokok yang biasa dihisapnya, ini adalah langkah awal yang disebut dengan the set-up yang bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarahkan dengan tepat. langkah ini dilakukan untuk menetralisir pikiran negatif yang spontan dari mencium bau rokok itu, yang pasti para perokok masih ingin menghisapnya. Setelah itu terapis akan menekan dada kita, tepatnya di sekitar dada atas.

Kemudian, terapis akan akan melakukan tapping di titik-titik tubuh yang merupakan titik aliran energi kita, yang jika diketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Titik-titik tersebut adalah bagian atas kepala, titik permulaan alis mata, diatas tulan di samping mata, 2 cm di bawah kelopak mata, tepat di bawah hidung, diantara dagu dan bagian bawah bibir, di ujung tempat bertemunya ulang dada, di bawah ketiak, di perbatasan antara tulang dada dan bagian bawah payudara, dan di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan.

Setelah tapping selesai, perokok diminta untuk mencium bau rokok kembali, lalu menghisapnya. Alhasil, mereka mengatakan Pusing, pahit, getir dan tidak mau mengisap lagi.

Seperti yang dilakukan para terapis SEFT dalam acara Stop Rokok Buat Hidupmu di Aula Wisma Menpora, Sabtu (31/5). Mereka melakukan terapi untuk menghentikan kebiasaan dan kecanduan merokok para siswa SMP-SMA yang sudah menjadi perokok.

"Baru tadi pagi saya terakhir merokok, setelah diterapi seperti ini, kok tiba-tiba rokok yang tiap hari saya hisap rasanya aneh, pahit dan getir, baunya juga tidak enak. "Semoga ini bertahan lama, saya niat tidak mau merokok lagi," ujar Yanto (20), yang bera sal dari Bogor salah satu perokok yang mengikuti terapi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, penemu metode SEFT Ahmad Faiz Zainuddin mengungkapkan bahwa SEFT tidak hanya mampu menghilangkan kecanduan merokok, tapi bisa juga menghilangkan stres, phobia, alergi, trauma, dan lain-lain."SEFT sangat universal dan sangat mudah dilakukan," ujar Faiz.

Selasa, 22 Juli 2008

Ditotok Sampai Merasa Rokok Pahit

SEKITAR 1.500 siswa SMP dan SMA se-Jabodetabek mengikuti terapi untuk menghentikan kebiasaan dan kecanduan merokok di Aula Wisma Menpora dalam acara Stop Rokok Buat Hidupmu, Sabtu (31/5).

"Saya kepingin benar-benar berhenti merokok. Di samping sering dimarahi guru dan orangtua, saya juga sering batuk-batuk sekarang," ujar Aspay (15), siswa SMP Duren Baru.

Acara ini digelar dengan bimbingan para terapis dari Spiritual Emotional Freedom Technique yang berjumlah 120 orang. Dalam terapi itu, para siswa diminta mencium bau rokok. Lalu ketika ditanya apakah masih mau merokok dan mereka menjawab masih mau, kemudian keningnya ditotok. Penotokan dilanjukan ke bawah mata, dada kiri-kanan.

Setelah itu mereka diminta mencium baru rokok lagi. "Sudah sedikit kepingin," jawab seorang siswa ketika diminta mengatakan perasaannya. Penotokan pun dilakukan dengan gerakan lebih cepat. Kemudian diulang lagi dari awal sampai mereka mengaku pusing setelah mencium rokok. Selanjutnya rokok disulut dan mereka disuruh mengisap. "Pahit...," kata mereka.

Badan Amil Zakat Nasional Sebagai penyelenggara mendapat rekor dari Muri sebagai rekor terapi menghentikan merokok dengan peserta terbanyak. Sertifikat diterima langsung oleh Ketua Baznas Didin Hafidudin. "Saya akan menyampaikan sertifikat ini ke MUI supaya para ulama dan ustadz berhenti merokok," kata Didin.

Senin, 21 Juli 2008

Disetrum Agar Sehat

keselamatan dan efisiensi dari sesuatu yang sederhana bagi kesehatannya dalam bentuk terapi komplementer dan alternatif. Terapi ini telah berkembang pesat di dunia, termasuk di Indonesia.

Salah satu terapi yang digunakan adalah alat beda potensial listrik pada manusia sebagai mahluk bioelektromagnetik. Terapi ini telah banyak digunakan di Jepang sebagai upaya pencegahan terjadinya gangguan sirkulasi daerah dan membantu mengatasi beberapa masalah kesehatan di antaranya sakit kepala dan insomnia.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Laboratorium Biofisika atau Pengobatan Tradisional (Batra) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Airlangga, sebagaimana dipaparkan Guru Besar F-MIPA Universitas Airlangga, Prof. Dr. Ir. Suhariningsih dalam jumpa pers, Senin (26/5), di Jakarta, alat ini secara kualitatif memancarkan ion negatif yang mengakibatkan perubahan komposisi udara di atas permukaan matras.

Melalui uji pancaran infra merah dan pancaran ion negatif dengan menggunakan alat metrologic photometer serta digital capacitance pada sejumlah titik pengamatan berdasarkan konstruksi atau jahitan matras. Ion negatif merupakan energi kehidupan dan punya kemampuan membersihkan darah. Ion ini memiliki banyak manfaat antara lain, menurunkan level serotonin (sejenis hormon saraf yang bersifat depresan dan menimbulkan penyempitan pembuluh darah) dalam darah.

Sejumlah manfaat lain adalah, menetralkan superoksida (zat yang berfungsi untuk membunuh mikroorganisme dalam tubuh), mensterilisasi virus dan bakteri dalam tubuh, mengurangi penyakit pernapasan, melebarkan saluran pernapasan, men jaga peredaran darah normal. Selain itu, ion negatif dapat mengoptimalkan kemampuan sel menyerap dan memanfaatkan oksigen serta mengaktifkan pembaharuan sel dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Penelitian itu juga bertujuan mengetahui efek akut dan kronis pengobatan alat terapi beda potensial listrik berfrekuensi tinggi (30.000 hertz) yang menghasilkan ion negatif dan sinar infra merah gelombang jauh melalui teknologi tourmaline dan lonwave yang terkandung di dalamnya, serta teknologi saniter pada kain dan polyuretan wave pada busanya. Penelitian ini berhasil membuktikan terjadi perbaikan kadar glukosa darah, perbaikan aliran darah , serta komposisi darah dan profil lipid darah pada 30 penderita hipertensi dan diabetes mellitus yang jadi objek penelitian.

Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Komplementer-Alternatif Indonesia (PKKAI) berharap makin banyak perusahaan medik atau peralatan kesehatan yang dapat bekerja sama secara berkesinambungan. Hal ini disertai pengawasan terhadap praktik dan perkembangan CAM di Indonesia dapat dilaksanakan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1109 Tahun 2007 tentang praktik pengobatan komplementer dan alternatif dalam pelayanan kesehatan formal.

Minggu, 06 Juli 2008

Bijak Gunakan Antibiotik

“KENAPA sih obat antibiotik ini harus tetap diminum? Kan aku sudah sembuh?” kata Hendri kepada istrinya. Keluhan seperti itu memang kerap telontar. “Makan obat kan enggak enak,” ujar teman lain.

Akhirnya antiobiotik pun tak dihabiskan. Padahal, bila tidak dihabiskan, kata Dr Marc Miravitlles, MD, akan menimbulkan resistensi. Bakteri penyebab infeksi akan makin kebal. Obat (antibiotik) pun harus diganti dengan dosis yang lebih besar, berkekuatan lebih hebat.

Dokter spesialis dada (paru) asal Spanyol ini menjelaskan, “Sekurang-kurangnya butuh waktu lima sampai tujuh hari untuk mematikan bakteri. Obat diminum sehari sekali.”

Dr Latre Buntaran, SpMK, mengingatkan, antibiotik itu seperti pisau bermata dua, bakteri bisa mati atau sebaliknya mengganggu keseimbangan flora bakteri. Karena itu, Anda tidak bisa main-main dengan obat ini. Sayang, dalam beberapa kasus masih banyak dari kita yang berupaya mengobati diri sendiri.

Seperti Wawan, flu dan batuk yang tidak jera-jeranya menghantam membuatnya kalang kabut hingga dua minggu.
Karena bingung harus diapakan, sementara obat yang dibelinya di warung tidak mempan, antibiotiklah yang dibelinya. “Apotek mau memberikan kok meski tanpa resep dokter,” tutur karyawan sebuah perusahaan penerbitan ini. Dan dalam waktu sehari saja, batuk lenyap dan flu pun sirna. Karena merasa sudah sembuh, antibiotik yang masih tersisa tidak disentuhnya lagi.

Kebiasaan Berbahaya
Kebiasaan seperti ini dianggap berbahaya. Dr Marc mengakui bahwa tidak setiap dokter memahami setiap jenis infeksi yang terjadi. Kadang dokter menyamaratakan kasus, satu jenis antibiotik digunakan untuk semua jenis infeksi.

Nah, bila dokter saja kerap keliru dan harus memeriksa dengan tepat apa penyebab infeksi, orang awam yang tidak tahu-menahu soal infeksi tentu saja tidak selayaknya menentukan sendiri antibiotik yang digunakannya. Karena itu, dalam memberikan antibiotik, lanjut Latre, dokter harus mencari indikasi yang tepat. Keputusan pengobatan yang diambil berdasar keadaan klinis. Contohnya, situasi gawat pada pasien berat dan perlu pengobatan segera seperti pada kasus meningitis, infeksi akibat keracunan.

Keadaan lain, pasien sedang menderita infeksi setempat dan pengobatan harus diberikan dalam waktu 2 jam seperti pada kasus pneumonia, infeksi saluran kemih, atau infeksi saluran empedu. Demikian juga infeksi bakterial yang tidak dapat sembuh sendiri. Sementara menunggu hasil laboratorium, dokter perlu segera memberi pengobatan dengan antibiotik.

“Kebiasaan mengobati sendiri seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di negara lain seperti negara saya, Spanyol, juga demikian,” kata Marc. Yang harus kita pahami, lanjutnya, setiap jenis infeksi disebabkan bakteri tertentu yang berbeda satu sama lain. Tidak semua antibiotik bisa membunuh setiap kuman. Artinya tidak semua jenis infeksi bisa diatasi dengan antibiotik yang sama.

Berkoloni dan Beracun
Pada manusia, antibiotik biasa digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri, seperti infeksi mata, kulit, keracunan makanan, pneumonia, dan meningitis. Antibiotik juga penting untuk perawatan infeksi yang kompleks akibat prosedur medis seperti bedah, terapi kanker, dan transplantasi organ.

Antibiotik termasuk kategori obat yang disebut “antimikrobial”, contohnya penisilin, tetracycline, dan amoxicilin. Obat-obat ini digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri tanpa menyebabkan efek berbahaya bagi tubuh. Bahayanya, jika bakteri mampu melawan obat-obat ini, mereka akan berkoloni dan mengeluarkan racun serta memperbanyak diri dalam tubuh.

Secara tradisional, antibiotik dibuat dari komponen alami. Banyak organisme termasuk jamur memproduksi substansi yang dapat menghancurkan bakteri penyebab infeksi. Penisilin misalnya, terbuat dari jamur. Saat ini antibiotik seperti fluoroquinolones sudah bisa dibuat secara sintetis.

Tidak heran bila sekarang tersedia ratusan jenisnya. Tak seperti dulu, ketika jenis antibiotik masih bisa dihitung dengan jari.

Kurang Vitamin D Picu Rematik

VITAMIN D telah dikenal luas sebagai unsur penting bagi kesehatan tulang. Bila kekurangan vitamin ini, Anda berisiko menderita beragam penyakit mulai dari keropos tulang, kanker usus dan problem kekebalan tubuh.

Selain penyakit tersebut, para ahli juga mengindikasikan bahwa vitamin D berkaitan dengan penyakit rematik. Indikasi tersebut terlihat dengan tingginya kasus defisiensi vitamin D pada pasien yang dirawat di klinik rheumatologi.

Seperti dilaporkan peneliti Irlandia, Jumat (13/6), hampir tiga perempat pasien yang dirawat di klinik rheumatologi, dengan keluhan bervariasi seperti sakit otot, sendi, tulang dan tendon, ternyata mengalami kekurangan asupan vitamin D.

Dr. Muhammad Haroon dan rekannya dari South Infirmary-Victoria University Hospital, Cork, membuat kesimpulan tersebut setelah meneliti kasus defisiensi vitamin D pada pasien baru di klinik mereka antara bulan Januari hingga June 2007. Hasil riset mereka juga dipresentasikan dalam Liga Uni Eropa Melawan Rheumatik 2008 di Paris.

Dari 264 pasien yang didata pada periode ini, 231 pasien di antaranya setuju untuk dijadikan responden serta menjalani beragam metode pengukuran vitamin D. Secara keseluruhan, Dr Haroon menemukan162 pasien (70 persen) yang memiliki kadar vitamin D rendah dan 26 persen di antaranya dalam kondisi yang parah. Perbedaan kecil terlihat dalam hasl persentase pasien muda dan pasien tua yang mengalami defisiensi.

Defisiensi yang parah berpengaruh signifikan pada prosentase pasien yang mengalami beragam keluhan seperti penyakit radang senndi, rheumatik, arthritis, sakit pinggang, dan osteoporosis. Menurut Haroon, defisiensi vitamin D yang parah akan meningkatkan risiko keropos tulang atau osteoporosis dan pelembutan tulang (osteomalacia). Sementara itu, defisiensi yang ringan hingga sedang akan menimbulkan keluhan-keluhan rheumatik yang tidak spesfik.

Sorafenib Bantu Penderita Kanker Hati

PENDERITA kanker hati stadium lanjut (hepatocellular carcinoma/HCC) memiliki harapan lebih besar untuk memperpanjang dan mempertahankan kualitas hidupnya. Dengan menjalani terapi kanker berfokus sasaran menggunakan obat Sorafenib, penderita HCC dapat mengingkatkan kelangsungan hidup hingga 47 persen.

"Sorafenib sudah menjadi sistem standar untuk terapi kanker hati stadium lanjut. Obat ini adalah satu-satunya terapi yang telah menunjukkan adanya peningkatan survival rate bagi para penderita kanker hati di dunia dan juga di Indonesia," ungkap Profesor Ali Sulaiman SpDP-KGEH, dari Divisi Hematologi Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (FKUI/RSCM) di Jakarta, Kamis (26/6).

Kemampuan Sorafenib memperpanjang harapan hidup, lanjut Prof Ali, dapat dilihat dari hasil berbagai riset antara lain penelitian internasional SHARP fase ke-3 yang dilakukan pada pasien kanker hati di AS, Eropa dan Australia/Selandia Baru menunjukkan Sorafenib secara signifikan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup sebasar 44 persen .

Pada penelitian serupa, yang juga mengevaluasi efikasi dan keamanan Sorafenib dibanding plasebo yang dilakukan pada pasien 226 penderita HCC di wilayah Asia Pasifik yakni Fase III Asia Pacific Study, terbukti bahwa Sorafenib secara signifikan meningkatkan kelangsungan hidup sebesar 47,3 persen pada para penderita kanker hati stadium lanjut.

"Dari hasil data yang ada, terlihat bahwa Sorafenib menunjukkan peningkatan perpanjangan tingkat kelangsungan hidup. Perbandingan antara penelitian di Asia Pasifik dengan hasil percobaan internasional SHARP di AS menunjukkan tingkat keberhasilan yang sama, meski pasien-pasien di Asia Pasifik memiliki status kesehatan yang lebih memprihatinkan dan lebih banyak metastase”, ungkap Dr. Hady Syarif, Head of Specialty Care Bayer Schering Pharma Indonesia.

Sorafenib merupakan terapi oral dengan sasaran sel tumor dan sistem pendarahan tumor untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Selain mengobati kanker hati stadium lanjut, obat ini juga digunakan untuk terapi kanker ginjal stadium lanjut. Sorafenib telah disetujui dilebih dari 40 negara bagi pengobatan untuk pasien penderita kanker hati yang tidak dapat dioperasi dan di lebih dari 70 negara untuk pengobatan bagi penderita kanker ginjal stadium lanjut.

Sorafenib bekerja dengan cara membidik sel tumor dan sistem pendarahan tumor. Dalam sebuah uji preklinis, Sorafenib terbukti mampu menghambat dua jenis kinase yakni profilerasi sel dan angiogenesis (pembentukan pembuluh darah) di mana keduanya berperan besar dalam proses pertumbuhan kanker. Proses ini penting pula bagi sel normal, sehingga terapi target dari Sorafenib juga bisa mempengaruhi beberapa sel normal.

Menurut Prof Ali, meski cukup aman digunakan. Sorafenib tetap memiliki efek samping bagi penggunanya. Eefek samping yang mungkin timbul di antaranya diare, rasa sakit seperti terbakar, dan mati rasa. "Bila beberapa gejala muncul, dokter biasanya akan menyesuaikan dosis dan mengentikan pengobatan untuk semnetara waktu," ungkapnya.

Pada November 2007, Sorafenib telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat Makanan AS (FDA) bagi pengobatan pasien dengan kanker hati yang tak dapat dioperasi dan belum lama ini juga disetujui di lebih dari 40 negara. Sedangkan di Indonesia, Sorafenib telah disetujui Badan POM RI pada April 2008 untuk pengobatan pasien dengan kanker hati stadium lanjut yang tidak dapat dioperasi (HCC).

Kanker hati stadium lanjut (hepatocellular carcinoma) menurut Prof Ali kini masuk dalam 6 besar kanker yang paling sering menyebabkan kematian di Indonesia. Jumlah penderitanya biasanya selaras dengan angka penderita hepatitis B dan hepatitis C kronis, dua kelompok yang berisiko paling tinggi . Sebagian besar pasien yang didiagnosis terkena kanker ini biasanya tidak diketahui gejala awalnya dan datang ke dokter sudah dalam stadium lanjut.

Pada stadium awal, kanker hati dapat diatasi dengan cara tindakan pembedahan untuk mengangkat jaringan sel kanker. Selain itu, pasien kanker hati menjalani kemoterapi. Namun pada stadium lanjut, pasien tidak bisa mejalani tindakan tersebut karena sel kanker sudah menyebar.

"Yang datang ke rumah sakit umumnya sudah telat. Sekitar 80 persen penderita tidak bisa dioperasi lagi, yang biasa diobati mungkin hanya sekitar 30-40 persen saja," tandasnya.

Alat Baru Penguji Resistensi Obat TB

SEBUAH alat untuk menguji resistensi obat tuberkulosis (TB) yang baru-baru ini muncul bakal membantu sekali negara-negara berkembang dalam melawan TB. Tes yang melibatkan pengujian DNA di saliva (cairan ludah) pada orang sakit akan menyediakan diagnosis dalam dua hari. Sementara alat sebelumnya mesti butuh waktu dua hingga tiga bulan.

"Ini merupakan revolusi besar dalam pengendalian TB," ujar Direktur Kampanye TB dari WHO, Mario Raviglione kepada pers di Genewa.

Di negara-negara berkembang, kebanyakan pasien TB melakukan uji TB resisten multi obat (multidrug-resistant tuberculosis- MDR-TB) hanya setelah mereka gagal dirawat dengan perawatan standar.

Pasien-pasien ini juga harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan hasilnya sebelum mereka dapat menjalankan perawatan intensif. Selama periode ini, mereka tentu saja dapat menyebarkan penyakit ke siapa saja. Sering mereka meninggal sebelum hasilnya diketahui.

Nyaris setengah juta manusia di seluruh dunia menderita beberapa bentuk MDR -TB yang menewaskan sekitar 130.000 orang per tahun. WHO mempekirakan hanya dua persen kasus resisten obat di seluruh dunia terdiagnosa dan terawat dengan baik. Kebanyakan semua ini akibat minimnya layanan kesehatan yang memadai. Alat uji terbaru ini disokong dana sekitar 26,1 juta dolar Amerika oleh Global Health Initiative UNITAID

Aspirin Turunkan Risiko Kanker

TERNYATA obat pengencer darah seperti aspirin bisa membantu melawan kanker dengan meniadakan perlindungan terhadap penyimpangan sel tumor. Percobaan terhadap tikus menunjukkan, kombinasi aspirin dengan obat antipenggumpalan darah memperlambat pertumbuhan dan penyebaran melanoma (kanker kulit) dan tumor payudara.

Dijelaskan oleh tim peneliti dari Washington University, sel darah yang disebut platelet melindungi dan memberi makan sel tumor dalam darah, membuat lebih mudah bagi kanker untuk menyebar (metastasis).

Laporan yang ditulis dalam Journal of Cellular Biochemistry menyatakan bahwa menonaktifkan platelet bisa membantu memperlambat atau mencegah penyebaran ini. Penelitian ini mendukung temuan lain yang menunjukkan pengonsumsi aspirin atau obat serupa yang memengaruhi gen dan protein yang disebut COX-2, termasuk aspirin, ibuprofen, dan penghambat COX-2 Celebrex, memiliki risiko lebih rendah terhadap beberapa kanker. Juga ada beberapa rujukan bahwa mengonsumsi aspirin atau ibuprofen bersamaan dengan kemoterapi membuat kemo lebih efektif.

“Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sel tumor mengaktifkan platelet. Dan tikus dengan platelet kurang baik atau rusak secara signifikan bermetastasis lebih sedikit,” kata Dr. Katherine Weilbaecher, pemimpin penelitian, kepada Reuters. “Platelet memiliki sejumlah sifat yang bisa membantu sel tumor. Kami berupaya memisahkan hubungan yang berpotensi mematikan itu,” tambahnya.

Peneliti menggunakan aspirin biasa yang dikombinasi dengan obat antiplatelet percobaan yang disebut APT102. Saat mereka menginjeksi tikus dengan sel kanker payudara dan melanoma, secara cepat tumor menyebar ke tulang. Namun, pada tikus yang mendapat aspirin dan APT102, tumor yang tumbuh dan menyebar menjadi lebih kecil. “Apakah obat memiliki efek sendiri-sendiri atau mungkin karena platelet membuat proses tertentu, memang harus dilihat dari banyak sudut pandang,” ujar Weilbaecher.

Yang jelas, aspirin mencegah platelet membentuk thromboxane, substansi yang memfasilitasi pembekuan darah. “APT102 merupakan obat yang menarik karena bisa mengenyahkan komponen yang disebut ADP. Sel tumor melepaskan dan menstimulasi platelet untuk menggumpal, sehingga APT102 mencegah aktivasi platelet dalam merespon sel tumor,” ungkapnya lagi.

“Obat antiplatelet seperti aspirin ditambah APT102 bisa menjadi alat percobaan bernilai untuk meneliti peran dari aktivasi platelet dalam metastasis seperti halnya pilihan pengobatan untuk mencegah metastasis di tulang,” tulis peneliti.

Weilbaecher dan kolega menguji teorinya pada perempuan dengan kanker payudara guna mengetes aspirin dan obat antipembekuan Plavix, antiplatelet lain untuk melihat apakah kombinasi itu menurunkan jumlah sel tumor dalam darah.

Rabu, 25 Juni 2008

Phacoemulsification Atasi Katarak Tanpa Perlu Jahitan

SAAT lensa mata yang tadinya berwarna bening menjadi buram, mulailah penyakit yang disebut katarak terjadi. Pada mata penderita katarak cahaya yang memasuki mata terhalangi sehingga penglihatan terganggu. Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia dan ini disebabkan oleh berbagai hal diantaranya paparan sinar UV berlebihan, penggunaan obat-obatan terlalu lama, komplikasi akibat penyakit diabetes, darah tinggi serta usia tua. Meski biasanya diderita orangtua, katarak pun bisa timbul di usia muda, misalnya sejak lahir atau akibat kecelakaan.

Teknik operasi paling umum dan canggih untuk mengatasi katarak adalah dengan phacoemulsification. Di Singapore National Eye Center (SNEC), 91.5% operasi katarak dilakukan dengan cara ini. Teknik ini menggunakan sebuah alat berultra sound untuk membentuk emusi dan mengeluarkan lensa katarak seukuran 1.8mm.

Alat yang digunakan secara manual ini memiliki ujung metalik, bergetar dalam kecepatan tinggi. Getaran ini dikendalikan oleh sebuah mesin yang mengontrol masuknya aliran cairan ke mata. Keseluruhan sistem ini penting untuk membuat mata stabil dan cukup lembab sehingga dokter bisa membedah dengan aman dan efisien. Selain itu, dengan metode operasi ini mata tidak perlu dijahit, sehingga pasien bakal merasa nyaman, proses penyembuhan cepat bahkan ada kemungkinan mereka yang tadinya menggunakan kacamata tidak perlu lagi menggunakan.

Setelah katarak mata dikeluarkan, lensa pengganti buatan, Artificial Intraocular Lens (IOL) ditanamkan ke mata. Panjangnya sekitar 12.5mm. Lensa buatan ini dimasukkan dan akan selamanya berada di mata. Dengan teknologi IOL ini, pasien katarak biasanya dipaksa memakai kacamata tebal atau lensa kontak seusai operasi. Tapi beberapa tahun terakhir ini, telah berkembang teknologi terbaru dalam desain IOL. Saat ini, sebagian besar IOl dalam phacoemulsification terbuat dari silikon atau akrilik sehingga lensa IOL menjadi lentur. Karena itulah, dengan mudah dapat digulung atau dilipat ketika dimasukkan ke dalam mata.

Mesin canggih seperti IOL Master and Immersion ultrasound dalam hal ini membantu paa ahli bedah mata dalam mengukur bola mata agar tepat. Tanpa teknisi atau tenaga ahli yang mumpuni dan berpengalaman, tujuan operasi katarak ini, yakni mengembalikan fungsi penglihatan tanpa kaca mata untuk segala aktivitas dengan hasil akurat tak akan berhasil.

Sampai saat ini, hampir 20 tahun SNEC telah melayani berbagai keluhan penyakit mata dari gangguan katarak hingga penyakit lain pada kornea dan retina yang menyebabkan kebutaan baik pasien dalam negeri maupun mancanegara. Tak heran SNEC menjadi rumahsakit mata kelas dunia yang berkembang.

Threadlift, Kencangkan Wajah dengan Benang

KINI akses untuk meraih kecantikan dan tetap awet muda tak hanya dimiliki orang-orang kelas tertentu seperti para selebriti. Operasi bedah plastik telah membuat lompatan dengan meningkatnya permintaan. Berkembangnya teknik bedah plastik komestik membuat tindakan memancungkan hidung sudah menjadi hal biasa seperti layaknya memotong rambut di salon.

Bedah plastik saat ini begitu populer dan makin terjangkau harganya. “Saat ini, prosedur bedah plastik cepat dan mudah seperti botox, penghalusan kulit dan face lift sangat diminati,” kata Dr. Kuek.

Di Amerika Serikat, operasi kosmetik telah meningkat dengan lebih dari 700 persen. Menurut catatan medis di Inggris, penduduk Inggris menghabiskan lebih dari 400 juta dolar/tahun.

Namun, jika Anda ingin operasi plastik, lakukan riset lebih dulu. Carilah dokter bedah plastik terbaik yang berpengalaman. Makin banyak pengetahuan yang didapat, makin besar kemungkinan Anda mendapatkan hasil operasi dan perawatan bermutu tinggi. Dokter bedah yang baik akan memberikan konsultasi, dukungan dan saran mengenai pilihan apa saja yang Anda miliki dalam operasi bdah plastik kosmetik ini.

Dengan semakin banyaknya konsultan operasi bedah plastik kosmetik dan ahli kecantikan seperti botox, suntik atau sedot lemak, penting bagi Anda untuk memilih ahli yang tepat. Dr. Leslie Kuek, ahli bedah plastik bersertifikat dan pemilik Leslie Kuek Plastic Surgery Pte.Ltd., mengatakan “Komunikasi dua arah antara pasien dan dokter sangatlah penting agar kedua pihak sama-sama mengerti apa yang dibutuhkan dan dinginkan si pasien.”

Berikut wawancara dengan Dr. Leslie Kuek mengenai salah satu teknik pengencangan wajah dan leher dengan benang yang disebut threadlift.

1. Apa itu Threadlift?
Merupakan prosedur kecantikan yang menggunakan benang khusus, terbuat dari nilon yang tidak mudah menyerap yang diletakkan di bawah kulit untuk memberikan efek kencang dan awet muda.

Benang yang memiliki kait ini akan memastikan kulit berada di posisi yang benar dan akan menstimulasi fibrosis serta kolagen sehingga dalam jangka waktu panjang, kulit muka dan leher menjadi kencang. Jaringan di bawah kulit pun akan mengalami peremajaan.

Kini, sudah ada jenis benang yang dengan mudah dapat melebur bersama jaringan kulit, dikenal sebagai Happy Lift dan sangat diminati.

2. Apakah prosedur ini aman?
Ya, threadlift sangat aman karena tidak ada pemotongan pada jaringan di kulit. Karena itu, kemungkinan perdarahan atau infeksi pun kecil. Kelebihan dari prosedur ini adalah tidak adanya bekas luka, tidak diperlukan obat bius, serta menginap di rumah sakit.

Obat bius hanya diberikan secara local saja. Perawatan ini tidak memakan waktu lama. Dilakukan oleh dokter ahli dan hanya memakan waktu 10-15 menit.

3. Tahan berapa lama efek kencangnya?

Sekitar 2-4 tahun. Berapa lama ketahanannya, tergantung dari faktor lain seperti kondisi kesehatan pasien, gaya hidup, rokok, pola tidur serta pengaruh negatif lain dari lingkungan.

4. Apakah menyakitkan dan membuat bengkak?
Ada kemungkinan terjadi pembengkakan ringan namun sebagain besar pasien akan dapat kembali beraktivitas normal dalam 10-15 hari. Jarang sekali terdapat memar dan bebas luka.

5. Apakah prosedur ini bisa dikombinasi dengan perawatan lainnya?
Ya. Threadlift bisa digabungkan dengan prosedur kecantikan lainnya yang dapat membantu menambah peremajaan dan pencerahan. Anda bisa diskusikan dengan dokter untuk mengetahui perawatan lain yang sesuai untuk mendukung threadlift.

6. Siapa yang sebaiknya melakukan threadlift?
Hasil terbaik akan didapat pasien usia 35-50 tahun, khususnya bagi mereka yang sudah memiliki tanda-tanda penuaan dini. Melalui threadlift, Anda dapat menghindari kebutuhan operasi plastik pada wajah nantinya.

7. Hasilnya seperti apa?
Hasil yang baik dapat dilihat dalam 2 tahap :
Wajah langsung tampak kencang. Ini akan menjadikan wajah Anda terlihat awet muda dan segar. Kondisi berlanjut setelah 10 bulan berikutnya dimana kolagen fibrotik dan elastin meningkat sehingga hasilnya akan membaik seiring berjalannya waktu!

Dr. Leslie Kuek
- Pelopor Bedah Plastik di Singapura. Ia memperoleh gelar spesialis bedah tingkat lanjut di Royal Collages Edinburgh & Glasgow pada tahun 1986 dan terus meningkatkan kemampuannya di bidang bedah plastik dengan mengikuti pelatihan Departement of Plastic Surgery, Universitas Tokyo, Jepang & Taipei Chang Gung Hospital, Taiwan.

Dia juga pelopor dalam pengembangan Plastic Surgery di Singapura dan berperan dalam membentuk divisi Rekonstruksi Payudara dan Rekonstruksi Cacata Wajah di Departemen Bedah Pastik, Singapore General Hospital, dimana dia juga menjabat sebagai Konsultan. Hingga tahun 2003 lalu, Dr. Kuek menjabat sebagai ketua Singapore Society of Cosmetic (Aesthetic) Surgeons dan juga mantan ketua Singapore Association of Plastic Surgeons. Sejak tahun 1995, Dr.Kuek membuka pratek di Gleneagles Medical Center, Singapura, dan di sela waktu sibuknya, juga memberikan kuliah atau menjadi pembicara di Singapura dan negara lainnya.