Minggu, 07 September 2008

Bugar Bagi Manula yang Berpuasa

Bagi kaum lanjut usia atau manula, banyak hal yang harus diperhatikan saat menjalankan ibadah puasa. Salah satunya adalah kalori yang dibutuhkan saat berpuasa. Pemenuhan kebutuhan kalori manula yang berpuasa harus sama dengan kebutuhan saat mereka tidak berpuasa.

Jenis makanan yang dikonsumsi pun harus seimbang. Pilihan yang baik adalah jenis makanan yang lebih lama dicerna yaitu karbohidrat kompleks seperti nasi, roti, dan makanan tinggi serat antara lain sayuran dan buah. Makanan ini dikonsumsi saat sahur. Sedangkan makanan yang lebih cepat dicerna yaitu karbohidrat sederhana seperti gula, sebaiknya dibatasi konsumsinya saat sahur.

Bagi manula yang memiliki riwayat penyakit, masih diperbolehkan berpuasa. Karena Ramadan merupakan bulan latihan pengaturan dan pengendalian diri, maka aturlah asupan makanan dan disiplinkan diri. Saat puasa, makan dan minum dibatasi sehingga pola makan, jumlah, dan jenis makanan orang berpuasa berbeda dengan kebiasaan sehari-hari.

Dari penelitian oleh Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM pada tahun 1997, diketahui bahwa seseorang yang berpuasa akan berkurang asupan makanannya 12 persen dari asupan makanan sehari-hari. Sejumlah penelitian lainnya pada orang usia lanjut menunjukkan bahwa puasa memberi pengaruh baik bagi kesehatan. Orang berusia lanjut yang berpuasa juga tidak terganggu fungsi ginjalnya selama asupan cairan terpenuhi.

Penelitian lainnya menyebutkan, setelah berpuasa, ada penurunan kadar kolesterol total, kadar kolesterol LDL, trigliserida, dan asam urat. Kadar radikal bebas (zat yang merusak sel di dalam tubuh) juga menurun, sedangkan kadar antioksidan yang dibutuhkan tubuh meningkat. Puasa juga tidak berpengaruh negatif pada penderita diabetes melitus selama mengikuti petunjuk yang diberikan. Seseorang yang berpuasa akan merasa tenang sehingga kadar gula darah lebih stabil.

Bagaimana puasa yang baik untuk manula? Inilah dia :

1. Pola makan yang dianjurkan ketika berpuasa adalah 40 persen kalori saat sahur, 50 persen kalori saat berbuka puasa yang dibagi jadi dua yaitu makanan ringan atau segar saat berbuka sebelum salat Magrib, dan makanan padat atau besar setelah salat Maghrib. Sedangkan 10 persen kalori berupa makanan kecil yang dikonsumsi sesudah salat Tarawih.

2. Obat-obatan yang harus diminum — jika memiliki masalah kesehatan — perlu dipantau dan diatur kembali jadwal minumnya.

3. Kebutuhan cairan harus cukup. Perlu sekitar 30-50 cc per kilogram berat badan setiap hari (8-10 gelas) agar terhindar dari kekurangan cairan.

4. Perbanyak konsumsi air atau jus buah di antara berbuka puasa dan sebelum tidur. Hindari konsumsi teh terlalu banyak karena merangsang pengeluaran urine sehingga garam mineral yang dibutuhkan tubuh pada siang hari akan terbuang.

5. Konsumsi makanan mudah cerna seperti nasi, roti, dan makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah. Hindari makanan berlemak dan yang digoreng.

Sakit Maag, Puasa Sembuh Men!

BANYAK pertanyaan yang muncul seputar penyakit maag dan puasa. Bolehkah penderita penyakit tersebut berpuasa? Selain itu, makanan apa saja yang dianjurkan dan yang tidak bagi penderita sakit maag ketika berpuasa di bulan Ramadan? Yang jelas, ada penderita yang bisa sembuh karena berpuasa.

Ramadan merupakan ajang pengendalian diri terhadap segala nafsu yang dapat menjerumuskan kita ke keadaan tidak terpuji. Salah satu dari nafsu tersebut adalah makan berlebihan dan tak terkendali.
Apa jadinya jika keinginan untuk mengonsumsi makanan enak dalam jumlah berlebih telah menguasai jiwa kita? Obesitas dan berbagai penyakit degeneratif adalah dampak utama dari lemahnya sistem pengendalian diri terhadap godaan makan.

Banyaknya perintah mengenai makan yang tertuang di dalam Alquran (tidak kurang dari 28 kali) menunjukkan bahwa makanan dan pola makan merupakan hal yang sangat penting dan menentukan kesehatan seseorang. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa perut sebaiknya diisi sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya untuk udara pernapasan.

Dengan demikian, seorang muslim dianjurkan untuk makan jika sudah lapar dan berhenti sebelum kenyang. Konsep berhenti makan sebelum kenyang juga sejalan dengan Surat Al A'raf ayat 31 yang berbunyi, "Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan."

Makan secara berlebihan hingga perut sesak tidak diperkenankan dalam Islam. Seperti dikatakan oleh Al-Gazali, keadaan kenyang mengajak kepada bergeloranya syahwat-syahwat rendah dan menggerakkan berbagai penyakit di dalam tubuh.

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Perut itu adalah rumah segala penyakit. Membatasi atau menjaga makan adalah awal dari pengobatan, sedangkan permulaan segala penyakit adalah mengisi perut berlebih-lebihan."

Partial Fasting
Puasa Ramadhan sebagai wujud ketakwaan kepada Allah SWT hukumnya adalah wajib bagi setiap umat beriman. Dalam pelaksanaannya, sering timbul berbagai pertanyaan menyangkut bagaimana dampak puasa terhadap keadaan gizi seseorang? Gizi apa saja yang perlu diperhatikan selama bulan puasa? Lalu, bagaimana hubungan puasa dengan kesehatan?

Puasa sebagaimana dilakukan oleh umat Islam tergolong sebagai partial fasting, yaitu puasa yang hanya berlangsung sekitar 13 jam. Menyegerakan berbuka puasa saat azan magrib tiba, serta menunda sahur hingga mendekati waktu imsak, merupakan strategi puasa yang diajarkan Rasulullah untuk mengurangi dampak kelaparan yang berkepanjangan terhadap sistem metabolisme tubuh. Puasa Ramadan sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyakiti tubuh, melainkan untuk mendapatkan kesehatan.

Dalam bidang ilmiah dikenal juga istilah prolonged fasting, yaitu puasa yang dilakukan secara terus-menerus selama beberapa hari. Puasa ini dilakukan untuk mengetahui daya tahan seseorang setelah beberapa hari tidak makan, kecuali minum, serta akibatnya terhadap beberapa karakteristik kesehatan tubuh.

Dalam partial fasting atau puasa Ramadan sebenarnya terjadi perubahan pola makan, dari semula tiga kali menjadi hanya dua kali sehari dengan jadwal yang juga berubah. Diperkirakan perubahan frekuensi makan ini secara kuantitatif akan menurunkan jumlah zat gizi yang masuk ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, dalam seminggu pertama umumnya akan terjadi penurunan berat badan karena tubuh belum terbiasa dengan pola makan yang baru. Dalam minggu-minggu berikutnya tubuh akan beradaptasi terhadap segala perubahan yang ada.

Sakit Maag
Bagi penderita sakit maag, sebelum berpuasa sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Sebagaimana diketahui, sakit maag memiliki tahapan-tahapan. Apabila tahapannya sudah kronis dan gawat, berpuasa mungkin tidak dianjurkan.

Sakit maag adalah penyakit yang menyerang alat pencernaan, baik lambung, usus, maupun kerongkongan. Gejala-gejala sakit maag adalah rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan, sakit pada ulu hati, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, dan nafsu makan berkurang.

Pada kasus tertentu, ciri-cirinya sakit di bagian perut hingga serasa menusuk ke belakang, di malam hari. Sakit maag juga kadang ditandai oleh rasa nyeri yang cepat datang dan pergi, misalnya setelah makan sedikit rasa nyeri hilang, tapi sebentar kemudian kambuh lagi.

Dua jenis kelainan pada maag yang dapat menyebabkan penyakit adalah dispepsia fungsional dan organik. Dispepsia fungsional hanya ditandai oleh kelainan minimal, seperti kemerahan pada alat pencernaan.

Kelainan organik memiliki gejala-gejala yang lebih parah, yaitu berupa luka dalam di lambung, usus besar, atau kerongkongan. Pada tahap yang lebih akut, kelainan organik terkadang juga disertai polip serta tanda-tanda keganasan.

Tingkat keparahan maag tidak dapat dideteksi hanya dengan mengamati gejalanya. Hal ini disebabkan oleh sensitivitas dan psikis yang dimiliki setiap orang berbeda. Ada beberapa orang yang lambungnya hanya kemerahan sedikit saja, tapi merasakan sakit yang luar biasa. Sebaliknya, ada yang tetap dapat bekerja dan menjalankan aktivitasnya seperti biasa, padahal lambungnya telah terluka parah.

Kelainan pada alat pencernaan hanya bisa dilihat dengan cara endoskopi (teropong saluran pencernaan atas). Dari pemeriksaan ini akan terlihat apakah alat pencernaan menderita luka atau tidak.

Orang yang mengonsumsi obat rematik selama lebih dari sebulan biasanya juga tidak menyadari kalau lambungnya luka parah. Gangguan baru disadari setelah ia mengalami pendarahan. Dalam keadaan normal, ada keseimbangan antara faktor agresif yang merusak lambung dan defensif yang melindungi lambung. Obat rematik umumnya menyebabkan penipisan dinding lambung, yang akan mengganggu keseimbangan dua faktor tadi.

Justru Menyehatkan
Tidak ada keraguan bahwa puasa itu menyehatkan bagi tubuh kita. Sebagaimana dinyatakan dalam surat Al-Baqarah 184, "Berpuasa lebih baik bagimu." Rasulullah SAW juga pernah bersabda, "Shumu thasiku," yang berarti puasalah niscaya kamu sehat.

Selama puasa, pola makan akan berubah karena hanya diperbolehkan makan saat pagi dan menjelang malam hari. Lambung dibiarkan kosong selama sekitar 13 jam. Umumnya tubuh memerlukan waktu 3-5 hari untuk beradaptasi dengan pola makan yang baru tersebut.

Meskipun lambung kosong sekitar belasan jam, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tubuh akan tetap memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas. Energi tersebut berasal dari cadangan energi berupa lemak dan glikogen yang tersimpan di bawah kulit.

Masalah yang mungkin terjadi adalah saat lambung kosong, pengeluaran asam lambung dan gas akan semakin meningkat. Meskipun demikian, hal ini tidak akan berlangsung terus-menerus.
Pada penderita sakit maag yang memiliki kelainan organik dan tidak mengonsumsi obat, puasa cenderung akan membuat maag semakin parah. Hal ini disebabkan oleh adanya luka-luka dalam yang sudah parah dan telah berlangsung cukup lama.

Untuk penderita kelainan organik, obat maag yang sering dianjurkan adalah obat antiasam. Obat ini mampu menekan produksi asam lambung hingga 12 - 24 jam, tapi obat ini hanya didapat dengan resep dokter.

Obat maag yang dijual bebas adalah obat penetral asam, yang hanya mampu menetralkan asam selama sekitar 6 jam, sehingga gejala maag akan timbul setelah terlampauinya selang waktu tersebut. Obat antiasam juga dianjurkan untuk penderita maag akibat stres.

Keadaan akan sangat berbeda terhadap penderita sakit maag yang memiliki kelainan fungsional. Umumnya sakit maag jenis ini justru sembuh dan membaik dengan berpuasa. Hal ini disebabkan pola makan yang menjadi lebih teratur saat berpuasa dan berkurangnya konsumsi makanan yang mengandung gas.

Hindari Kopi dan yang Mengandung Gas
Untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan makanan selama berpuasa, sebaiknya saat sahur, orang yang berpuasa mengonsumsi makanan sebanyak 30-40 kkal/kilogram berat badan. Jika Anda memiliki berat badan 60 kg, artinya paling tidak Anda mengonsumsi 1.800 – 2.400 kkal.

Pilihan makanan pun harus diperhatikan. Ada beberapa makanan yang patut dihindari bagi penderita sakit maag yang ingin berpuasa. Makanan-makanan tersebut di antaranya adalah:

1. Makanan atau minuman yang merangsang pengeluaran asam lambung seperti kopi, minuman beralkohol 5-20 persen, anggur putih, sari buah jeruk, dan susu. Orang yang biasa minum kopi sebaiknya sudah mulai puasa minum kopi, jauh sebelum hari puasa dimulai. Pasalnya, kopi memiliki efek candu yang menyebabkan adanya perubahan pada kondisi tubuh.

2. Makanan yang mengandung gas, seperti makanan berlemak, sayuran tertentu seperti sawi dan kol, nangka, pisang ambon, kedondong, buah yang dikeringkan, ubi jalar, dan minuman bersoda.

3. Makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung, seperti makanan berlemak, kue tart, dan keju.

4. Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah, antara lain alkohol, cokelat, makanan tinggi lemak, dan gorengan. Selain itu, ada beberapa sumber karbohidrat yang harus dihindari penderita sakit maag, antara lain beras ketan, mi, bihun, bulgur, jagung, talas, serta dodol.

Tidur 2 Jam Setelah Sahur
Untuk berbuka puasa umumnya kita memulai dengan makanan yang manis-manis, mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. Tujuannya, agar tubuh segera mendapatkan glukosa untuk menormalkan posisi gula darah yang telah menurun selama 14 jam berpuasa.

Menu pembuka dapat berupa sirop manis, teh manis, aneka kolak, kurma, serta berbagai makanan jajanan. Makanan dan minuman manis sangat mudah dicerna. Dua jam saja prosesnya sudah selesai. Selain itu juga membuat segar.

Tetap melakukan latihan fisik secara teratur sesuai kemampuan. Latihan fisik yang cukup dan teratur akan membuat tubuh menjadi bugar dan sehat. Selain itu, olahraga juga dapat menghindarkan diri terhadap stres. Kondisi mental sangat erat hubungannya dengan kondisi pencernaan. Paling tidak, dengan latihan fisik, ada pelemasan otot tubuh.

Olahraga sebaiknya dilakukan menjelang berbuka puasa. Pilih juga olahraga yang tidak menguras banyak keringat karena bisa menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah banyak.

Tidur setelah dua jam sahur. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari naiknya asam lambung ke kerongkongan. Saat itu lambung masih berisi makanan. Makanan bisa lancar turun ke saluran pencernaan apabila tubuh berada dalam posisi tegak.

Dalam posisi tidur, makanan akan sulit turun dan dikhawatirkan asam lambung akan naik ke kerongkongan. Ini akan menyebabkan iritasi pada pasien yang punya kelainan pada klep kerongkongannya.

Puasa Makan Kurma, Jantung Jadi Oke

PUASA ternyata mempunyai manfaat bagi kesehatan, bisa menjadi terapi untuk penyembuhan beberapa penyakit degeneratif. Kurma yang biasa disajikan selama bulan Ramadan mengandung zat-zat gizi yang bisa mencegah gangguan pada jantung.

Puasa dalam definisi agama Islam adalah tindakan menahan hawa nafsu, termasuk makan, minum, dan sanggama sejak waktu imsak hingga waktu berbuka puasa saat magrib tiba, dengan niat ibadah kepada Allah SWT. Puasa fardu ain (puasa wajib) berlaku bagi semua umat muslim yang beriman untuk dilaksanakan selama bulan Ramadan selama 29 atau 30 hari.

Dari aspek gizi, puasa setidaknya akan mengurangi asupan zat gizi, terutama energi, sekitar 20-30 persen. Namun, dari aspek kesehatan, puasa ternyata memberi manfaat kesehatan terhadap tubuh pelakunya. Bahkan, di negara-negara maju, puasa dijadikan sebagai salah satu upaya terapi (fasting therapy) untuk penyembuhan beberapa penyakit degeneratif.

Meskipun penelitian terhadap dampak puasa bagi kesehatan belum banyak dilakukan, beberapa hasil riset menunjukkan manfaat kesehatan puasa, antara lain dapat mengurangi risiko stroke. Puasa juga dapat memperbaiki profil kolesterol darah, yaitu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL kolesterol).

Kadar kolesterol darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh darah dalam bentuk aterosklerosis (pengapuran atau pengerasan pembuluh darah). Aterosklerosis merupakan cikal-bakal timbulnya penyakit kardiovaskuler (PKV), yaitu suatu penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah. Bila penyumbatan terjadi di otak akan menyebabkan stroke dan bila terjadi di daerah jantung menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK).

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa puasa dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan lemak kolesterol jahat (LDL). Hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan frekuensi makan dari tiga kali menjadi dua kali sehari, sehingga asupan lemak akan menurun.

Pemicu PKV
Kolesterol disintesis di dalam organ hati (sekitar 1.500 mg/hari) dan sisanya diserap dari bahan makanan sehari-hari. Sebanyak 75-80 persen kolesterol dalam tubuh manusia dimetabolisasi untuk pembentukan asam kolat, yang penting untuk pencernaan dan penyerapan lemak.

Bahan makanan hewani, seperti daging berlemak, jeroan, otak, telur (terutama bagian kuningnya), kerang, dan produk olahan susu (krim, susu penuh, keju, mentega,) mengandung kolesterol dalam jumlah tinggi per 100 gramnya, sedangkan kandungan kolesterol yang terdapat pada ikan relatif rendah.

Kolesterol diangkut di dalam aliran darah dalam bentuk molekul besar gabungan lemak dan protein yang disebut lipoprotein. Ada beberapa jenis lipoprotein, tetapi yang paling populer adalah low density lipoprotein (LDL) dan high density lipoprotein (HDL).

LDL dan HDL bekerja berlawanan di dalam tubuh. Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko menumpuknya deposit lemak di dalam pembuluh darah, sehingga menimbulkan penyumbatan, yang pada gilirannya meningkatkan risiko serangan jantung. Itulah sebabnya kolesterol LDL disebut sebagai kolesterol jahat (bad cholesterol). Sebaliknya, meningkatnya level kolesterol HDL memiliki efek protektif terhadap penyakit jantung. Karena alasan tersebut, kolesterol HDL disebut sebagai kolesterol baik (good cholesterol).

Di Amerika Serikat, sekitar 1 dari 500 penduduk usia di bawah 18 tahun memiliki kolesterol tinggi, yang disebut sebagai familial hyperlipidemia. Kadar kolesterol tersebut dapat meningkat menjadi 300 mg/100 ml darah atau lebih.

Hal inilah yang menyebabkan mereka mudah terkena serangan jantung atau stroke pada usia 20-an tahun. Sekitar 10 persen anak-anak di AS memiliki kadar kolesterol total melebihi 190 mg/100 ml darah, suatu angka yang tergolong tinggi untuk anak-anak.

Sepanjang Tahun

Dalam menu buka dan sahur, jangan lupa makan kurma. Sebab, selain menyuplai energi, kurma juga kaya akan zat gizi seperti kalium, magnesium, niasin, dan serat pangan (dietary fiber) yang berguna dalam menyehatkan jantung dan pembuluh darah.

Mineral kalium berperan membuat jantung dapat berdenyut teratur, mengaktifkan kontraksi otot, mengendalikan keseimbangan air dalam jaringan dan sel-sel, serta membantu mengatur tekanan darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan yang kaya kalium (minimal konsumsi kalium 400 mg per hari) dapat mengurangi risiko stroke.

Menurut penelitian, makanan yang sehat untuk jantung dan pembuluh darah adalah yang mengandung rasio kalium(K) dan natrium (Na) minimal 5 berbanding 1. Dalam 100 gram kurma terkandung sekitar 666 mg kalium dan kandungan natriumnya hanya 1 mg, sehingga rasionya 666:1.

Mineral magnesium membantu fungsi saraf dan otot, termasuk pengaturan irama jantung agar tetap normal. Dalam 100 gram kurma terdapat sekitar 34 mg magnesium. Zat gizi niasin (2,2 mg/100 gram kurma) berfungsi membantu pelepasan energi dari makanan dan menjaga fungsi kulit, saraf, dan sistem pencernaan agar tetap normal.

Niasin diduga kuat berperan mencegah dan melawan penyakit jantung. Serat pangan (2,2 gram/100 gram kurma) dilaporkan dapat menurunkan kadar kolesterol darah dengan menghambat penyerapan lemak atau kolesterol dalam usus besar, sehingga kadar kolesterol dalam darah tidak meningkat.

Serat pangan memiliki sifat-sifat khusus yang dapat menimbulkan efek fisiologi dan berpengaruh terhadap metabolisme dalam tubuh. Sifat-sifat yang dimaksud adalah kelarutannya di dalam air, kemampuan mengikat air (water holding capacity), dan viskositas (kemampuan menyerap materi organik maupun non-organik), serta derajat fermentasinya oleh mikroflora usus.

Serat pangan umumnya memperlambat pengosongan lambung, meningkatkan waktu tinggal (transit time) makanan di dalam usus sehingga memperlama perasaan kenyang, dan mengurangi absorpsi nutrisi. Sifat larut air ini berhubungan juga dengan tingginya kemampuan mengikat air dan viskositas serat.

Karena memiliki kemampuan menahan air yang tinggi, serat larut air (soluble dietary fiber) mampu membentuk massa yang viskos di dalam lambung. Massa yang viskos ini menyerap enzim pencernaan dan atau mengurangi kontak antara makanan dengan enzim-enzim tersebut. Massa yang viskos ini juga dideteksi oleh lambung sebagai makanan yang belum tercerna dan karenanya lambat dikeluarkan dari lambung.

Hal yang sama juga terjadi di dalam usus kecil, yakni massa serat yang besar ini lambat dikeluarkan dari usus kecil. Namun, lamanya transit time tidak meningkatkan absorpsi zat gizi oleh sel-sel usus, sebaliknya justru absorpsinya menurun. Hal itu terjadi karena massa tersebut memenuhi sebagian besar volume usus kecil, sehingga mengurangi luas permukaan kontak antara zat gizi dengan dinding usus dan menyebabkan rendahnya tingkat difusi zat makanan. Mengingat besarnya gizi kurma, sebaiknya konsumsi kurma setiap saat sepanjang tahun, bukan hanya saat Ramadan.

Setel Jam Tubuh Supaya Nyaman Puasa

KALAU Anda merasa tidak nyaman selama berpuasa, ada kemungkinan itu pertanda tubuh Anda lambat menyesuaikan diri dengan jam biologis yang baru. Bagaimana sebenarnya perubahan bioritme tubuh selama berpuasa? Apakah perubahan jadwal makan dan waktu tidur selama berpuasa berpengaruh buruk terhadap tubuh? Berikut penjelasan Dr Handrawan Nadesul dalam rubrik Konsultasi Keluarga yang rutin dimuat Tabloid Gaya Hidup Sehat.

Bisa Terganggu
Jam biologis tubuh kita memang bersiklus secara ritmik yang bersifat bulanan dan harian. Waktu biologis disebut bioritme, dan jam biologis dari jam ke jam disebut circadian. Secara ritmik, suhu tubuh, siklus tidur dan terjaga, komposisi kimiawi darah, tensi darah, seks, detak jantung, rasa lapar, kesiagaan fisik serta mental, berfluktuasi dari jam ke jam.

Termasuk laju metabolisme tubuh, sensasi nyeri, dan penyerapan obat yang kita minum, serta respons tubuh terhadap suntikan insulin atau antibiotika misalnya, tidak selalu sama dari jam ke jam. Itu sebabnya, sekarang mulai dipikirkan kapan sebaiknya jam operasi cangkok organ tubuh paling ideal agar hasilnya optimal.

Jam biologis juga memengaruhi hasil tes IQ misalnya, selain kemunculan gangguan jiwa atau jet lag yang jadi lebih kerap terjadi. Secara keseluruhan, jam fisik bulanan bersiklus 23 hari, jam biologis emosi 28 hari, dan jam biologis kecerdasan 33 hari. Kehadiran jam biologis dimanfaatkan orang untuk menentukan kapan hari dan jam ideal mengambil keputusan penting.

Setiap orang memiliki bioritmenya sendiri-sendiri. Jika bioritme sedang tinggi gelombang emosi dan rendah gelombang kecerdasan, hindarkan mengambil keputusan. Demikian pula jika kondisi siklus fisik sedang berada di tingkat terendah, jangan melakukan aktivitas fisik berlebihan.

Kembali ke soal circadian atau jam biologis dari jam ke jam. Tubuh yang sudah terkondisikan jam makan, jam tidur, dan kegiatan rutin harian lainnya bisa saja terganggu bila mendadak jadwal rutin itu berubah. Kasus jet lag misalnya, secara mendadak mengubah jam tidur dan jam terjaga sehingga irama biologis mengalami perubahan. Tubuh perlu beradaptasi dengan perubahan dadakan itu.

Demikian pula halnya yang terjadi di awal-awal berpuasa. Mesin tubuh perlu menyesuaikan untuk di-reset mengikuti pola irama kegiatan harian yang baru, khususnya jadwal makan dan jam tidur. Tidak semua orang cepat beradaptasi dalam perubahan irama itu.

Yang lambat adaptasinya akan merasakan adanya keluhan tidak enak, baik secara fisik, emosi, maupun hal lainnya. Oleh karena itu, di awal-awal berpuasa tak jarang muncul rasa tidak enak. Namun, bagi kebanyakan orang, tidaklah bermasalah. Hal serupa terjadi pula setelah bulan puasa berlalu. Tubuh perlu me-reset jadwal kegiatan faali harian.

Mengenali Penyebab Osteoporosis

Seiring bertambahnya usia, kerapuhan pada tulang dapat dialami oleh setiap orang. Banyak faktor yang menyebabkan osteoporosis, mulai dari faktor usia hingga makanan. Penyebab osteoporosis sendiri dibagi dalam dua kelompok, yaitu faktor primer yang tidak dapat diubah dan faktor sekunder yang bisa diubah dalam rentang waktu tertentu.

Yang tergolong sebagai faktor yang tidak bisa diubah seperti faktor usia, keturunan, jenis kelamin, ras, bentuk tubuh dan menopause. Ras juga menjadi faktor utama, di mana ras kulit putih atau keturunan Asia memiliki risiko terbesar karena konsumsi kalsium mereka tergolong rendah.

Sedangkan faktor yang masih bisa diubah dan menjadi faktor sekunder pemicu kerapuhan tulang diantaranya makanan tidak sehat, kurang olahraga, rokok, alkohol, berat badan yang tidak seimbang. Obat-obat rematik, asma dan jantung juga bisa mempengaruhi kekuatan tulang dan menyebabkan osteoporosis.

Salah satu solusi pencegahan yang mutlak dilakukan adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, yaitu dengan mengonsumsi makanan bebas kolesterol dan memenuhi kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya serat, kaya kalsium dan rendah lemak. Konsumsi kalsium dan vitamin D juga dapat memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis.

Asupan kalsium oleh masyarakat Indonesia secara umum dinilai masih tergolong rendah. Konsumsi kalsium orang dewasa di negeri ini diketahui baru sekitar rata-rata 254 mg per hari, jauh di bawah standar internasional sebesar 1.000-.1200 mg per hari.

Selain soal konsumsi makanan, kurangnya olahraga juga menjadi penyebab kerapuhan tulang khususnya di kalangan wanita. Pasalnya, proses pembentukan massa tulang dapat terhambat bila seseorang malas bergerak atau berolahraga, dan kepadatan massa tulang juga akan berkurang. Semakin banyak gerak dan olahraga maka otot akan memacu tulang untuk membentuk massa.

Rokok juga dapat meningkatkan risiko penyakit osteoporosis karena zat nikotin di dalamnya mempercepat penyerapan tulang. Selain penyerapan tulang, nikotin juga membuat kadar dan aktivitas hormon estrogen dalam tubuh berkurang sehingga susunan-susunan sel tulang tidak kuat dalam menghadapi proses pelapukan.

Harus segera diobati

Bila pada kenyataannya penyakit ini sudah menyerang pada tahap dini, penderita harus mulai menjalani pengobatan dengan berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang efektif, aman dan nyaman. Penyakit ini tidak bisa diatasi dengan hanya mengonsumsi nutrisi dan vitamin, karena asupan gizi hanya berperan sebagai perisai dan penguat bagi tulang.

Ibuprofen Terbaik Atasi Demam Anak

HASIL penelitian terbaru para ilmuwan Inggris menunjukkan ibuprofen terbukti lebih efektif menurunkan demam pada anak-anak daripada paracetamol. Riset yang dilakukan di kota Bristol ini menganjurkan ibuprofen sebaiknya dijadikan pilihan utama dalam pengobatan.

Untuk menguji kehandalan ibuprofen, peneliti dari Universitas Bristol dan University of the West of England melibatkan 156 anak berusia 6 bulan hingga enam tahun. Anak-anak yang diteliti adalah mereka yang temperatur tubuhnya mencapai 37,8 hingga 41 derajat akibat sakit yang ringan.

Dari hasil pantauan selama 48 jam terlihat bahwa kelompok anak yang mendapat obat ibuprofen temperaturnya rutun lebih cepat ketimbang kelompok paracetamol. Riset yang dimuat dalam British Medical Journal ini juga mengindikasikan bahwa penggunaan dua jenis obat secara bergantian dapat membantu, seperti halnya yang telah banyak direkomendasikan tenaga media di Inggris.

Namun para ahli kesehatan tidak sepakat dengan metode gabungan tersebut karena menyalahi prosedur pengobatan resmi. Yang dikhawatirkan adalah kemungkinan anak-anak akan mengalami kelebihan dosis.

Panduan yang dipublikasikan tahun oleh National Institute for Health and Clinical Excellence (NICE) mengatakan bahwa baik ibuprofen atau paracetamol dapat digunakan untuk anak-anak yang sakit atau stres karena demam. Namun dalam panduan itu juga disebutkan, karena masih minimnya bukti penelitian , kedua jenis obat ini sebaiknya tidak gunakan bersamaan atau pun diminum selang-seling.

Vaksin MMR Bukan Penyebab Autisme

KEKHAWATIRAN para orangtua akan isu vaksin yang dapat menyebabkan austisme tampaknya akan semakin pudar. Sebuah riset di Amerika Serikat (AS) membuktikan, tidak hubungan sama sekali antara autisme dengan pemberian vaksin MMR (measles, mumps, rubella).

Riset yang telah dipubliskasi Rabu kemarin dalam jurnal Public Library of Science edisi online ini adalah penelitian yang mematahkan riset sebelumnya oleh Dr Andrew Wakefield dari Royal Free Hospital, Inggris. Dalam risetnya yang kemudian ditarik dari jurnal Lancet, Wakefield mengindikasikan adanya kaitan antara vaksin MMR dan autisme.

Para ahli dari Columbia University New York dan Centers for Disease Control (CDC) membantah indikasi riset Wakefield setelah meneliti sinyal-sinyal penanda genetika dari virus measles (campak) pada sampel jaringan usus 25 anak pengidap autisme yang juga menderita gangguan pencernaan.

Mereka membandingkan sampel tersebut dengan 13 anak lainnya yang bukan autis, tapi mengidap gangguan pencernaan. Jaringan ini lalu dianalisa di tiga laboratorium berbeda dengan sistem pemeriksaan acak.

Menurut peneliti, hasil riset ini telah menyediakan bukti kuat yang mematahkan dugaan adanya hubungan autisme dengan virus campak pada saluran pencernaan ataupun paparan MMR. “Kami tak menemukan hubungan antara masa pemberian vaksin MMR dan kejadian penyakit gastrointestinal ataupun autisme,” ungkap pimpinan riset, Dr Mady Hornig.

Di AS sendiri, klaim pengadilan federal telah mempertimbang komplain para orangtua dalam setahun terakhir. CDC mengatakan, kekhawatiran orangtua akan risiko vaksin membuat mereka enggan memberikan vaksin MMR kepada anak sehingga memicu peningkatan kasus campak di AS dan Eropa.

Penyakit campak menyebabkan kematian pada sekurangnya 250.000 orang per tahun, dan korban sebagian besar adalah anak-anak di negara berkembang. Berdasarkan data CDC, satu dari 150 anak di Amerika mengidap autisme.