Selasa, 01 Juli 2008

Mimpi yang Berulang, Pertanda Apa?

MIMPI sering menemani tidur kita, datang tanpa diundang dan sering pergi tanpa berbekas. Di antara Anda ada yang pernah bermimpi sama berulang kali. Apakah ini normal, atau menandakan sesuatu yang berbahaya? Mengapa mimpi ini kembali lagi dan lagi?

Inilah penjelasan psikolog Leila Ch Budiman dalam rubrik Konsultasi Psikologi untuk menjawab pertanyaan Ted, Fi dan Pop.

Diajak kawin - Bapak Ted di Bali
(Juga buat Pop yang memimpikan ibunya sebagai monster yang menyeramkan bermata satu dan mengejar-ngejar dirinya setelah ibunya mencaci maki calon pilihannya)yang memimpikan ibunya sebagai monster yang menyeramkan bermata satu dan mengejar-ngejar dirinya setelah ibunya mencaci maki calon pilihannya)

Bu Lei, tahun lalu saya (Ted, 60) bermimpi diajak kawin kakak ipar saya yang telah meninggal dunia. Dalam mimpi itu ajakannya saya tolak meskipun istri saya menyetujui. Mimpi ini berulang lagi sebulan kemudian, dengan modus yang sama sampai empat kali. Dua kali dengan kakak ipar yang sudah meninggal, sekali dengan teman wanita sekampung, lainnya dengan teman wanita yang di luar negeri. Impian yang terakhir baru-baru ini dan seluruh ajakan kawin saya tolak. Di antara keempat wanita itu hanya satu yang pernah punya hubungan khusus dengan saya. Itu pun sebatas ciuman, tidak lebih dari itu, juga terjadi sudah lebih dari 30 tahun lalu.

Setelah mimpi, badan saya lemas dan mimpi itu sangat sulit saya lupakan sampai mengganggu konsentrasi kerja saya sampai dua minggu lamanya. Saya juga mengalami perubahan dalam pergaulan dengan wanita. Saya lebih tertarik kepada mereka, terutama di kampus dan puas kalau dapat mengajaknya ngobrol atau makan kudapan bersama. Jika beberapa hari tidak saya lakukan ini, saya gelisah tidak menentu.

Sementara itu ada keinginan kuat mengajak istri saya ke masa lalu, saat kami baru menikah. Ingin sekali kembali ke masa ketika kami hidup berdua, hubungan intim. Istri saya siap dan penuh pengertian, tetapi sering dapat kendala dari lingkungan dan keluarga.

Apakah mimpi-mimpi itu tidak berbahaya? Apakah ketertarikan saya kepada teman wanita dan keinginan saya kembali ke kehidupan awal pernikahan saya dengan istri saya adalah gejala psikis yang wajar?

Dua bulan mimpi yang sama – Fi di Jabar

AssWrWb Bu Leila, saya (30) ibu rumah tangga yang bahagia dengan dua putra yang baik dan sehat. Suami mencintai saya, sangat jujur dan penuh pengertian. Suami adalah segalanya bagi saya. Saya sangat mensyukuri dan menikmati sekali keadaan ini.

Akhir-akhir ini ada hal yang sangat mengganggu pikiran saya. Dalam dua bulan terakhir ini saya terus-terusan bermimpi teman SMA. Padahal saya tidak pernah lagi berhubungan setelah memutuskan tidak berharap lagi padanya. Ini dua tahun sebelum saya mengenal dan menikah dengan suami saya.

Memang dulu saya pernah jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya. Dia hanya penjual tempe yang kurus, kalem, tetapi pintar. Melihatnya memakai sepeda kumbang yang butut adalah pemandangan terindah yang saya rasakan saat itu. Mati-matian saya menyembunyikan perasaan saya dan saya terbakar karena cemburu kalau dia memerhatikan cewek lain. Hanya ketika akan berpisah, dia sedikit memerhatikan saya dan tidak pernah menyatakan cinta kepada saya.

Sekarang sudah tujuh tahun saya menikah dengan suami yang selalu berusaha memanjakan saya, tanpa ujung-pangkal tiba-tiba mimpi itu datang terus. Bu, bagaimana caranya agar mimpi-mimpi itu hilang dan tidak mengganggu lagi?

Bapak Ted, Fi, dan Pop yang lagi gandrung bermimpi,

Benar, mimpi sering menemani tidur kita. Dia datang tanpa diundang dan seringkali pergi tanpa berbekas, hanya beberapa saja yang kita ingat. Mimpi senantiasa menemani tidur orang, sejak dia bayi sampai matinya. Ini gejala wajar, sewajar napas kita. Jadi, tidak dapat dihilangkan Fi. Bahkan psikiater Dr Mehta mengatakan mimpi itu berguna untuk membersihkan diri dari ”disturb feelings” (perasaan mengganggu) yang tidak mau kita akui.

Sigmund Freud sejak lama melihat pentingnya mimpi untuk mengerti masalah seseorang sebab mimpi adalah ”The royal road to the unconscious” (jalan ”tol” ke alam bawah sadar ) dalam bukunya yang terkenal The Interpretations of Dreams. Dari mimpi-mimpi inilah dapat dianalisis berbagai keinginan, ketakutan, perasaan yang tersembunyi.

Ada pula ahli yang mengatakan isi mimpi tidak begitu penting sebab itu hanyalah gejala fisiologis otak dalam usaha mengistirahatkan berbagai gugus neuronnya saja. Itu pula sebabnya isi impian seringkali tidak jelas, cukup kacau, dan tidak masuk akal.

Jika ada kerusakan dalam otak yang menyebabkan orang itu tidak bisa melihat atau tidak dapat mendengar, impiannya mengenai penglihatan dan pendengaran juga terganggu, bahkan dapat pula hilang (G William Domhoff, The scientific study of dreams, Washington, 2002). Jadi selama impian kita masih seru dan banyak ragamnya tandanya berbagai fungsi itu pun masih oke.

Bapak Ted, yang mulai menginjak masa sepuh, tetapi berulang kali mimpi diajak kawin beberapa wanita, mungkin tanpa sadar Anda ingin mengecap kembali suasana romantis. Dari keinginan yang samar-samar diajak kawin yang telah meninggal) jadi tambah nyata (yang terakhir si dia pernah dicium). Impian itu pun menguatkan kepercayaan diri untuk mendekati perempuan. Syukurlah jika Bapak Ted lebih getol mendekati istrinya daripada pergi ke orang lain. Apakah keinginan ini wajar? Ya, wajar, asalkan dengan perempuan lain ”kudapan” bersama tidak jadi kelonan bersama!

Jeng Pop yang memimpikan bundanya menjadi monster yang menyeramkan adalah refleksi perasaannya sendiri terhadap ibunya yang melabrak kekasihnya. Jika sikap ibunya lebih lembut dan rasional mungkin impian Jeng Pop tidak seram lagi alias minus sang monster.

Dinda Fi, meski cinta SMA itu sudah tutup buku, ia tetap masih tercatat dalam bawah sadarmu yang sewaktu-waktu bisa tersembul keluar dalam mimpi. Betapapun gangguan mimpi, lebih ringan daripada gangguan sebenarnya? Sering kali yang tidak kita dapatkan terasa lebih menarik dari yang didapat. Jika Anda menikah dengan ”pacar” SMA itu, mungkin tiap malam Anda akan memimpikan suamimu yang sekarang!

Berbahayakah mimpi? Tidak, selama posisinya tetap jadi mimpi, jangan di-upgrade dan diyakini sebagai ”ramalan jelek” dan ”nasib jelek”.

Senin, 30 Juni 2008

Konflik Itu Perlu

LO, KOK ? Soalnya, konflik membuat hubungan suami-istri makin berkembang dan maju. Yang penting bagaimana mengelola konflik tersebut.

Jangan percaya bila ada pasangan yang mengaku tak pernah konflik. Karena yang namanya perkawinan, akan senantiasa diintai oleh konflik, dari konflik kecil hingga besar. Soalnya, suami-istri itu merupakan dua pribadi yang berbeda. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda, mempunyai keinginan dan sikap yang berbeda. Misi, tujuan, dan visi perkawinan mereka juga berbeda. "Nah, perbedaan-perbedaan ini merupakan unsur yang bisa menimbulkan konflik," ujar Ieda Poernomo Sigit Sidi.

Tak masalah apakah pasangan tersebut sudah berpacaran dalam waktu lama sekalipun, "konflik tetap saja akan muncul," lanjut Ieda. Karena begitu memasuki perkawinan, kedua pribadi yang berbeda ini akan dipertemukan. "Nah, pada waktu bertemu itulah bisa saja aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari menimbulkan konflik," tambah psikolog wanita, anak, dan keluarga ini. Maklumlah, setelah menikah orang biasanya baru tahu semuanya, termasuk segala hal yang jelek dari pasangannya. Makanya, nggak aneh lagi kalau kemudian timbul konflik.

Jenis Konflik

Perlu diketahui, segala hal bisa menjadi pemicu timbulnya konflik dalam perkawinan. Soal selera, misalnya. Suami tak suka sayur lodeh tapi malah sayur itu yang sering dimasak oleh si istri lantaran ia suka. Terang dong si suami kesal, "Sudah tahu aku enggak suka sayur lodeh, tapi kok masih kamu suguhkan juga?"

Begitu juga soal pengaturan waktu pada suami-istri, baik waktu di dalam maupun di luar rumah. Misalnya, "Saya sudah pulang, tapi kok kamu belum pulang. Berapa kali dalam seminggu kamu meninggalkan rumah di akhir pekan?" Belum lagi soal pengasuhan anak yang berbeda, "Apalagi jika masing-masing merasa dirinya benar, paling tahu, paling bisa menjanjikan kesuksesan buat anak," kata Ieda.

Demikian pula dalam hal berhubungan seks, mulai soal tempat tidurnya sampai ke cara-cara berhubungan. Bahkan, bentuk komunikasi di antara suami-istri pun bisa menimbulkan konflik. "Kita berkomunikasinya dengan cara bagaimana? Apakah mengatakan semua apa yang kita simpan atau hanya diam saja, memendam semua di dalam hati? Hal ini bisa menimbulkan konflik karena satu sama lain tidak cocok."

Bagaimana tanggapan si pasangan terhadap perbedaan-perbedaan tersebut juga bisa menimbulkan konflik. Misalnya, dia "telan" saja apa yang ada dengan pikiran, "Memang sudah nasib saya begini." Atau, malah dia cari makanan di luar, misalnya, dan makanan di rumah enggak "disenggol" sama sekali. "Nah, itu, kan, konlik lagi!" tukas Ieda.

Yang pasti, semakin luas perbedaan di antara suami-istri akan semakin memungkinkan munculnya konflik-konflik besar, sehingga usaha suami-istri untuk mempertemukan persepsi, visi dan misi dalam membina rumah tangga menjadi lebih besar lagi. Itulah mengapa Ieda kerap menganjurkan untuk mencari pasangan se-level agar tak terlalu jauh "jurang" perbedaannya, sehingga konflik yang muncul pun tak terlalu tajam.

Namun begitu, bukan berarti kita salah pilih pasangan bila kemudian konflik datang bertubi-tubi. Karena dengan siapapun kita menikah, toh, tak menjamin perkawinan kita bakal terbebas dari konflik. Iya, kan! Yang sering terjadi adalah, kita salah duga atau salah niat, begitu kata Ieda. Misalnya, "Biarin, deh, nanti kalau sudah kawin ia juga akan sadar dengan sendirinya." Padahal, tidak demikian. Karena, terangnya, "karakter seseorang sudah terbentuk hingga ia dewasa dan menikah." Selain itu, "Setiap orang mempunyai hak untuk menjadi dirinya sendiri."

Mengelola Konflik

Lantas, bagaimana, dong? "Ya, suami-istri harus berusaha mempertemukan karakter yang berbeda itu," tukas Ieda. Dalam bahasa lain, kita harus bisa mengelola konflik yang ada dengan baik. "Suami-istri harus melihat konflik sebagai suatu titik yang menunjukkan adanya perbedaan, dan oleh karena itu ada yang harus dipertemukan, disepakati, serta dipahami bersama-sama. Dengan demikian, konflik tersebut ibarat tumpukan batu bata yang ditata untuk menjadi sebuah bangunan kokoh," tuturnya.

Jadi, tandas Ieda, suami-istri, khususnya pasangan muda, tak perlu takut dengan adanya konflik yang muncul dalam rumah tangga. "Justru dengan adanya konflik akan membuat suami-istri menjadi berkembang dan maju. Mereka akan menjadi semakin matang." Karena konflik adalah fundamen untuk membentuk rumah tangga. Dengan demikian, suami-istri akan mampu bertahan terhadap goncangan lain yang lebih besar.

Nah, agar kita bisa mengelola konflik dengan baik, maka kita harus membicarakan perbedaan yang ada dengan pasangan. "Tapi sebelum membicarakannya kita harus lihat situasi dan kondisinya dulu, apakah memang bisa dibicarakan pada saat itu ataukah perlu waktu dan tempat khusus untuk membicarakannya?" Ieda mengingatkan. Soalnya, kita, kan sedang berusaha mempertemukan pendapat-pendapat yang berbeda. Sementara dalam situasi konflik kita biasanya tengah dilanda emosi. Nah, biasanya kalau orang lagi emosi, apa saja bisa keluar sehingga persoalan bisa merembet-rembet ke mana-mana. Kalau sudah begitu, bukannya menyelesaikan masalah malah mempertajam masalah. Iya, kan!

Untuk itu, saran Ieda, sebaiknya yang berkepala dingin harus membantu yang sedang panas. "Namanya pasangan, maka keseimbangan harus tetap dijaga." Misalnya, "Tadi aku telepon kamu ke kantor, kok, kamu enggak ada. Ke mana, sih?" Bila reaksinya malah meledak, tanggapilah dengan kepala dingin, "Aku cuma tanya, kok. Ya, sudah kalau kamu enggak suka menjawabnya." Nanti, setelah keduanya tenang dan mesra, bicarakan kembali masalah tersebut, "Tadi aku cuma tanya, tapi, kok, kamu marah. Jadi bagaimana sebaiknya agar kamu enggak marah?" Dengan begitu, masing-masing jadi belajar untuk saling memahami.

Tapi jangan mentang-mentang harus memperhatikan situasi dan kondisi, lantas konflik tersebut disimpan dalam waktu lama. Karena kalau terlalu lama, pasangan Anda akan heran dan lupa pada masalah tersebut, "Kok, baru sekarang dibuka?" "Cukuplah sehari atau dua hari hingga seminggu ditundanya," kata Ieda. Sambil Anda mencari waktu penyelesaian kala pasangan Anda sedang dalam situasi emosi yang enak, tak menunggu sesuatu atau mengerjakan sesuatu.

Memang, diakui Ieda, pasangan muda cenderung lebih mudah meledak. "Saya kira karena faktor emosi. Karena kalau pemahaman, sampai berapa puluh tahun pun setiap pasangan harus belajar terus dalam memahami pasangannya. Jangan lupa, manusia itu dinamis, berkembang terus, sehingga sikap pasangan Anda 5 tahun lagi belum tentu sama dengan yang sekarang." Karena itulah yang diperlukan adalah kemampuan pengendalian emosi.

Harap dipahami, lanjut Ieda, keluarga kita mungkin bisa memahami dan tak protes dengan ekspresi kemarahan kita. Entah itu dengan cara meledak-ledak atau bungkam 1000 bahasa dan mengunci diri di kamar. Tapi ketika kita memasuki perkawinan, pasangan kita belum tentu terbiasa dan mengerti bahwa kita itu kalau marah seperti itu, dan dia pun belum tentu bisa menerima. "Jadi, kita harus menyadari dulu, apakah kebiasaan kita marah tersebut merugikan diri kita dan orang lain atau tidak. Dengan adanya kesadaran tersebut, maka bisa ada perubahan. Kalau tidak, ya, jangan harap akan ada perubahan."

Bila kita tetap ngotot, misalnya, "Ya, terserah. Pokoknya beginilah cara aku marah. Sejak dulu juga aku memang begini. Siapa suruh kamu mau jadi pasanganku!", menurut Ieda, sebaiknya tak usah kawin saja. "Yang namanya perkawinan itu membutuhkan penyesuaian. Masing-masing pihak harus berusaha untuk saling menyesuaikan. Jangan cuma maunya membawa caranya sendiri," tuturnya.

Tentunya pihak yang lain harus memberi kesempatan kepada pasangannya untuk berubah. Jangan malah menuntut agar pasangannya berubah dalam sekejap, karena tak ada orang yang bisa berubah dalam satu waktu. "Jadi, bicarakanlah berdua dan buatlah kesepakatan bersama." Misalnya, "Oke, kalau aku mulai ngomong keras atau teriak-teriak, kamu ingatkan." Si pasangan pun, "Oke, jadi kalau aku kasih isyarat telunjuk di bibir berarti kamu harus mulai memelankan omongan kamu, ya. Dan kamu tidak boleh marah karenanya." Nah, hasilnya akan enak bukan?

Cari Pihak Ketiga

Bila konflik dapat diselesaikan dengan baik, lanjut Ieda, hubungan suami-istri akan bertambah dekat. "Timbul wawasan baru pada salah satu pihak bahwa pasangannya, 'Oh, begitu, toh, kamu itu.' Ia jadi lebih mengenal pasangannya sehingga membuang prasangka-prasangka yang ada." Tapi kalau tak terselesaikan, apalagi kedua-duanya ngotot dengan maunya sendiri, maka akan merusak perkawinan.

Selain itu, masing-masing pihak juga harus introspeksi diri agar konflik tak terus-menerus terjadi pada kasus yang sama. Dari sini bisa diketahui, apakah selagi konflik terjadi, kita memberikan kontribusi untuk mendekatkan atau malah merusak. Kalau kontribusinya merusak, ya, nggak heran jika konfliknya mengenai yang itu-itu lagi.

Jadi, tandas Ieda, bila ada konflik, "Anda harus lihat, mengapa konflik itu bisa terjadi? Pahami latar belakangnya, kemudian tarik ke depan, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi konflik itu? Anda mau ngotot terus atau diselesaikan."

Bila ternyata konflik tersebut tak bisa diselesaikan berdua, saran Ieda, carilah pihak ketiga untuk mendapatkan masukan. "Lebih baik konselor perkawinan. Selain profesional, ia juga tak ada ikatan emosional apa-apa." Lagipula, dengan menghubungi konselor perkawinan, disamping dapat membantu menyelesaikan konflik, juga dapat membantu untuk mengembangkan kemampuan kita dalam me-manage konflik.

Kurang Serotonin, Anda Mudah Naik Pitam

BILA akhir-akhir ini Anda cepat terpancing emosi atau gampang naik pitam, bisa jadi Anda kekurangan hormon serotonin dalam otak. Serotonin, yang juga dikenal sebagai hormon yang mengendalikan mood, menurut temuan para ahli di Inggris ternyata juga memainkan peran penting dalam mengatur emosi seperti amarah atau agresivitas.

Seperti dipaparkan Molly Crockett, psikolog dari Universitas Cambridge dalam Journal Science, serotonin yang juga dikenal sebagai neurotransmitter (penghantar signal saraf) dan menjadi target obat-obatan antidepresan, diyakini dapat membuat respon seseorang menjadi agresif bila kadarnya dalam otak terbatas atau berkurang.

Peran penting serotonin dalam mengendalikan impulse memang masih kontroversial, namun Crockett dan timnya mengklaim bahw riset mereka merupakan yang pertama membuktikan adanya hubugan kausalitas yang sebenarnya.

"Oleh sebab kami dapat memanipulasi secara langsung kadar serotonin serta mengobservssi dampaknya terhadap perilaku, kami dapat menyimpulkan adanya hubungan sebab akibat antara serotonin dan respon agresif," ungkap Crockett.

Riset yang digagas Crocket. juga telah membantu mengungkap misteri mengapa seseorang menjadi sangat murka atau agersif ketika lapar. Dalam kondisi perut kosong, terang peneliti, produksi asam amino esensial menurun. Padahal, asam amino yang berasal dari makanan inilah yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan serotonin.

Selama riset, Crockett beserta timnya menggunakan pengetahuan mereka untuk memanipulasi kadar serotonin pada 20 orang sehat yang menjadi obyek penelitian. Partisipan diminta untuk melakukan permainan situasi guna menguji respon mereka terhadap adil atau tidaknya dalam penawaran uang.

Dari pantauan terlihat bahwa partisipan yang memiliki kadar serotonin rendah cenderung ingin menyisihkan atau mengalahkan yang lain, bahkan saat tersudut sekalipun. Hal itu ditunjukkan sebagai cara untuk menghukum seseorang yang membuat penawaran.

"Itu adalah respon yang dikendalikan amarah," ungkap Crockett.

Hasil temuan ini menurut Crockett setidaknya dapat membantu para dokter dalam mengobati pasien penderita depresi dan gangguan kecemasan. Para dokter dapat mengajarkan pasien bagaimana mengatur emosi saat membuat keputusan, khususnya dalam situasi sosial.

Minggu, 29 Juni 2008

Kepribadian Histrionik, Apa Itu?

Orang dengan kepribadian histrionik perilakunya ditandai sikap selalu berupaya menarik perhatian lingkungan sebanyak-banyaknya demi kepuasan dan kenyamanan diri dengan berbagai cara. Cara yang dirasa efektif adalah mengeluhkan gangguan kesehatan.

Umumnya pribadi histrionik adalah orang yang cerdas dan verbalisasinya canggih sehingga mudah memanipulasi lingkungan. Lingkungan akan yakin pada penyakit yang dia derita dan akan memberi pelayanan, perhatian, dan kasih yang dia inginkan.

Mengapa dia menggunakan penyakit? Karena lingkungan budaya kita memungkinkan orang berlindung di balik penyakit demi kasih sayang, perhatian, dan pelayanan. Orang sakit mendapat tempat paling istimewa, dia bisa melepas tanggung jawab tanpa malu, dia juga bisa mendapat buah-buahan, makanan berlimpah, dan lepas sejenak dari tuntutan hukum, seperti banyak kejadian sakit mendadak pada tahanan kelas kakap di negeri tercinta ini.

Kasus

Saya sering tiba-tiba diserang rasa lemah, tidak berdaya, keluar keringat dingin, jantung berdebar keras, yang biasanya diikuti napas tersengal.

Serangan itu akan diikuti rasa cemas, bahkan saya terkadang takut mati, Bu. Bila sudah dipijit, digosok minyak angin, baru enak dan setelah berbaring beberapa jam pelan-pelan pulih kembali.

Serangan seperti ini bermula suatu hari beberapa bulan lalu saat saya terserang diare. Saya mengunjungi beberapa dokter, tetapi dokter tidak menemukan penyebabnya. Pemeriksaan laboratorium klinis, tekanan darah, sampai MRI saya lalui, semua hasilnya baik, tetapi penyakit saya tidak kunjung sembuh.

Akhirnya, saya dirujuk ke psikiater dan diberi beberapa obat penenang. Memang obat itu membuat tidur lebih nyenyak dan ketika bangun merasa sehat sebentar, tetapi tanpa diduga saya masih sering terserang penyakit itu.

Saat ini saya tidak lagi bekerja karena perusahaan yang saya dirikan sudah dipegang anak saya. Saya berkonsultasi kepada Ibu karena ingin tahu apa yang terjadi dalam diri saya. Demikian Ny K (53) dengan nada lantang dan jelas, serta kondisi fisik tampak kokoh, bugar, bahkan dapat dikatakan gemuk.

Tn K (54) menambahkan: Istri saya sebenarnya pribadi yang kokoh, pekerja keras, dan punya antisipasi masa depan yang sangat bagus. Dia merintis beberapa usaha demi masa depan anak-anak kami dan semua diawali dengan kerja keras, mandiri dan ambisi tinggi. Dia berhasil walaupun sering membuat anak-anaknya yang harus menjalankan usahanya terseret-seret ritme kerja ibunya. Saya akui beberapa tahun lalu saya agak tergelincir dan pernah sekadar ”main mata” dengan seorang gadis. Alhamdulillah belum sampai mendalam, istri saya tahu. Memang terjadi keributan, tetapi saya berjanji tidak akan melakukan lagi. Karena hanya keledai yang akan mengulang kesalahan, ya Bu. Saya duga peristiwa inilah yang mengawali keluhan penyakit beruntun yang istri saya sampaikan. Padahal, hasil pemeriksaan fisiknya begitu prima.

Dinamika pikologis

Ny K adalah orang yang cerdas dan memiliki ambisi prestasi tinggi, tetapi kecenderungan memaksakan kehendaknya sangat ekstrem. Artinya, bila Ny K memiliki keinginan, ia akan berupaya semaksimal mungkin agar tercapai, apa pun caranya.

Selain itu, kebutuhan akan perhatian dan sikap posesif terhadap apa pun yang dia miliki, seperti terhadap suami, juga sangat tinggi. Contohnya, setelah peristiwa ”main mata”, bila suami mendapat tugas ke luar kota, maka dengan upaya keras dia selalu berhasil mendapat tiket untuk akhirnya dapat mendampingi suami bertugas di luar kota.

Hal lain yang kemudian tercermati suami, bila karena waktu mendesak dan gagal memperoleh tiket, Ny K akan serta-merta terserang penyakit itu sehingga terkesan sangat menderita dan tidak berdaya, memohon agar suami tidak jadi berangkat ke luar kota karena Ny K takut mati saat suami tak di rumah. Dengan alasan serangan penyakit istri tersebut, Tn K meminta izin kepada atasan tidak jadi ke luar kota.

Analisis

Ny K berkepribadian histrionik. Aspek psikis dan fisik individu terkait erat dan saling mengisi satu sama lain. Artinya, bila sesuatu terjadi pada aspek psikis, maka aspek fisik pun terpengaruh dan sebaliknya. Kekhawatiran ditinggal suami merupakan stimulasi yang sangat berpengaruh terhadap kerja fungsi psikofisiologis sehingga kelenjar keringat aktif dan terjadi mobilisasi kerja saraf jantung. Serentak Ny K terserang keluhan di atas, yaitu berkeringat dingin, debaran jantung meningkat, napas tersengal, dan tidak berdaya.

Gangguan fungsi psikofisiologis tersebut merupakan efek gangguan fungsi psikis oleh keinginan kuat selalu bisa menyertai suami ke mana pun pergi dan keinginan kuat menghambat kepergian suami dengan memunculkan gejala fisik tersebut.

Ny K memiliki kepribadian histrionik dengan kecenderungan memanipulasi lingkungan agar memperoleh pemuasan kebutuhan akan perhatian berlebih dari lingkungan. Dengan kecerdasan tinggi, Ny K berhasil menampilkan perilaku teatrikal (permainan sandiwara). Sakit tanpa dasar gangguan organik jelas itu bisa saja tidak disadari Ny K, tetapi sangat menguntungkan karena bisa memaksa suami membatalkan perjalanan dinas dan mendampingi dia. Apalagi dengan alasan tambahan buatan, yaitu takut mati.

Konseling

* Menyadarkan dinamika psikologis yang menjadi penyebab dasar penyakit Ny K.

* Memfasilitasi pemanfaatan potensi positif Ny K, seperti kecerdasannya dan kegigihan dalam meraih prestasi kerja.

* Meningkatkan keyakinan diri dan kepercayaan akan kesetiaan suami.

* Menyadarkan bahwa lari pada penyakit bukanlah solusi pemecahan masalah yang matang dan mantap, apalagi bila seringnya suami menghindar dari dinas ke luar kota akan berpengaruh terhadap karier suami.

Sabtu, 28 Juni 2008

Vit. K Tak Cocok dengan Heparin

PERNAH Anda sadari ketika mengiris bawang putih tiba-tiba jari teriris dan handuk langsung Anda bebatkan ke jari, perdarahan pun berhenti? Apa sebenarnya yang menyebabkan darah berhenti?

Vitamin K lah yang berperan dalam hal ini. Dari makanan yang kita konsumsi seperti sayuran hijau, brokoli, selada, kobis, kuning telur, hati, daun-daunan vitamin K tersimpan dalam tubuh untuk membuat darah menjadi menggumpal saat terjadi perdarahan.

Meski begitu vitamin K juga berperan dalam pembentukan tulang. Dia mempertahankan jumlah kalsium dalam tubuh. Sekurangnya 65 mcg setiap hari kita butuhkan untuk keperluan ini. Namun untuk memperkuatnya,lebih dari 100 mcg setiap hari kita butuhkan.

Warfarin (Coumadin) dan Heparin, obat yang disebut sebagai anti pembekuan darah tidak boleh dikonsumsi dalam waktu bersamaan dengan vitamin K. Obat-obatan ini bekerja dengan memblokade fungsi vitamin K, yang pada akhirnya memperlemah tulang.

Karena itu, bila dokter meresepkan obat ini kepada Anda, diskusikan mengenai risiko osteoporosis (pengeroposan tulang) yang mungkin terjadi.

10 Alasan Wanita tak Bergairah

TERAPIS seks dan pengarang buku Sex Matters®, Louanne Cole Weston, PhD, memaparkan 10 alasan atau penyebab yang paling sering dialami wanita, istri atau kekasih Anda ketika mereka menjadi tidak bergairah atau menolak berhubungan seks :

1. Penggunaan alat kontrasepsi. Beberapa wanita akan mengalami penurunan dorongan atau hasrat seksual akibat konsumi pil (atau jenis pengobatan hormonal lainnya untuk mengendalikan kehamilan seperti patch, ring, atau suntikan).
2. Konsumsi obat antidepresan. Tidak setiap wanita akan menurun gairahnya, tetapi sebagian besar justru mengalaminya.
3. Menyusui anak. Bila istri sedang masa menyusui, kandungan prolaktin (hormon yang memicu produksi ASI) bisa mengurangi dorongan seksual.
4. Kurang tidur. Bagi sebagian besar wanita, tidur ternyata lebih utama daripada seks ketika sebelum menjalin hubungan dengan pria.
5. Stres. Beragam tekanan akibat pekerjaan, masalah keuangan , pendidikan, stres, keluarga, dan problem lain dalam kehidupan jelas berpengaruh. Ketika stres meningkat, kebanyakan wanita justru tidak memilih seks sebagai solusi untuk meredakannya.
6. Pertengkaran dengan pasangan. Setiap hubungan atau relasi tentu saja akan berhadapan dengan tantangan baik berupa konflik atau pun keinginan. Hal ini akan mempengaruhi hasrat bercinta seorang wanita.
7. Rendahnya kadar hormon testosteron. Hormon testosteron juga terdapat pada tubuh wanita dan kadarnya secara total dalam aliran darah ikut menentukan fungsi seksual para wanita. Mengukur kadar testosteron dalam tubuh juga penting untuk untuk mengungkap kemungkinan fisiologis penyebab rendahnya dorongan seks wanita.
8. Tinggnya hormon SHBG. Wanita yang memiilki SHBG (sex hormone binding globulin) dalam jumlah tinggi biasanya tidak bergairah untuk melakukan hubungan intim. SHBG merupakan protein yang membalut testosteron dan membuatnya menjadi tidak tersedia bagi kebutuhan–kebutuhan tubuh wanita. Inilah yang akan menurunkan libido wanita.
9. Kekhawatiran/kecemasan dalam keintiman. Ketidakmampuan untuk mengendalikan tingkat keintiman yang muncul dan dipelihara dalam sebuah hubungan adalah alasan yang sering timbul dari menurunnya dorongan seksual pasangan. Kecemasan biasanya timbul karena wanita pernah mendapat pengalaman buruh di masa lampau.
10. Penampilan/ bentuk tubuh. Wanita yang melihat atau menganggap diri tidak menarik baik bagi pasangan ataupun dirinya sendiri bisa kehilangan confidence yang berujung pada menurunnya gairah.

Jumat, 27 Juni 2008

Yang Harus Dilakukan Pria di Awal Hubungan

Pelajari taktik terbaik untuk membuat si Dia jatuh ke pelukan Anda.

Si Dia tampak seksi dan menggairahkan; sementara Anda tampak bernafsu dan putus asa. Ini menjelaskan mengapa Anda berusaha keras ingin menarik perhatian si Dia dan membuatnya jatuh hati kepada Anda. Pastikan ‘perjuangan’ Anda berjalan mulus dan tidak mendapatkan tanggapan yang ‘pedas’.

Kami mengumpulkan sekelompok wanita untuk memberikan nasihat tentang hal apa saja yang bisa membuatnya luluh dengan godaan seorang pria –tanpa membuatnya melayangkan telapak tangannya ke pipi Anda.

1. Lupakan karangan bunga
“Setelah kencan pertama, pria tersebut mengirimkan saya karangan bunga yang besar di depan rumah saya,” kata Lisa, 24 tahun, ”Tetangga saya mengira ada yang sedang berduka di rumah.”

Memberikan karangan bunga setelah kencan pertama seperti pria yang putus asa, ini bukan sesuatu yang romantis. Lebih baik, catatlah bunga favoritnya dan bawakan si Dia setangkai bunga tersebut pada kencang kedua, saran Neil Warren, Ph.D., pendiri eHarmony.com. Dia akan menghargai Anda sebagai pendengar yang baik.

2. Jangan langsung menjadikannya pacar
“Andri mengajak saya bertemu semua teman-temannya tanpa memberi tahu saya sebelumnya dan memperkenalkan saya sebagai pacarnya saat itu,” kata Wina, 25 tahun, “Saya merasa malu sekali.”

Tidak seperti pria, wanita tidak langsung menjadikan pria yang baru dekat dengannya menjadi pacarnya. Menurut Ron Louis, penulis How to Succeed with Women, ”Ini sama seperti Anda telah merenggut kebebasannya secara instan.” Jangan terburu-buru membuat ikatan dengan melompat terlalu dini pada awal hubungan.

3. Luangkan waktu, bukan uang, saat ulangtahun si Dia
“Seorang pria memberikan saya kotak musik yang sangat mahal dengan lagu dari soundtrack film Ghost,” kata Myra, 29 tahun, ”Saya bahkan tidak suka dengan filmnya. Untuk memperbaiki kesalahannya, ia secara tiba-tiba mengirimkan saya uang dalam jumlah besar.”

Anda harus tahu kalau wanita tidak memikirkan harga untuk hadiah. ”Hadiah adalah cara untuk menunjukkan perhatian Anda, bukan untuk pamer atau karena ada maunya,” kata Peter Post, penulis Essential Manners for Couples. Belikan si Dia sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas yang ia suka. Seperti buku yoga, tiket konser, atau CD grup band favoritnya.

4. Jangan umbar keahlian Anda di tempat tidtur
“Saat kencan keempat kami, Roy menawarkan diri memberikan oral seks pada saya,” kata Nina, 31 tahun, ”Bukannya membuat saya berpikir kalau ia sangat ’dermawan’ di tempat tidur, tapi Dia justru terdengar seperti seorang maniak seks dan ingin menunjukkannya.”

Warren menjelaskan: ”Jika Anda membahas masalah hubungan seksual pada awal-awal hubungan, hal ini akan membuat wanita merasa tertekan dan justru kehilangan gairahnya.

5. Cium dengan penuh percaya diri
Meminta izin untuk menciumnya membuat Anda tampak seperti pria putus asa. Cara terbaik adalah: Lakukan saja!